Mantan Ketua Umum Partai Demokrat , Anas Urbaningrum , bereaksi menghadapi tudingan mantan sahabat karibnya, Muhammad Nazaruddin , soal dugaan pencucian uang di tambang batubara di Kalimantan. Menurut tersangka kasus dugaan gratifikasi proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya serta pencucian uang itu tuduhan suami Neneng Sri Wahyuni itu keji dan dilaknat Allah SWT."Orang yang menggunakan fitnah, melembagakan fitnah untuk mencelakakan orang itu juga jahat. Sama. Jahat, keji, dan laknatullah malah," kata Anas kepada wartawan, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/3).Anas mengumpamakan ucapan Nazaruddin seperti memakan bangkai saudara. Dia juga kecewa karena media menulis pernyataan yang dia anggap fitnah."Kalau orang fitnah itu jahat kan, seperti memakan bangkai saudaranya. Tapi kalau orang menulis fitnah itu sama saja. Padahal tahu itu fitnah, itu juga jahat," lanjut Anas.Namun, Anas sempat berkelakar ketika terus didesak soal kepemilikan tambang batubara itu. Tetapi, dia hanya menjawab sekadarnya."Saya pernah beli tambang, tapi di Pasar Rumput," sambung Anas.Anas hari ini diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka dalam kasus kasus dugaan gratifikasi proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya. Dalam perkara sama, penyidik KPK juga memeriksa tiga staf keuangan bendahara Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat . Yakni Putri, Farida, dan Rezafi Akbar. Ketiganya sudah hadir.
Anas: Fitnah Nazaruddin soal tambang keji dan dilaknat Allah
Anas mengumpamakan ucapan Nazaruddin seperti memakan bangkai saudara.
Advertisement
Rekomendasi