DPR: Kasus tembak-tembakan polisi bikin disiplin runtuh

Polisi masih menyelidiki kasus ini. Diduga pelaku penembakan adalah anak buah AKBP Pamudji.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
DPR: Kasus tembak-tembakan polisi bikin disiplin runtuh
Jenazah AKBP Pamuji. ©2014 merdeka.com/agil

Kepala Detasemen Markas (Denma) AKBP Pamudji tewas ditembak di Polda Metro Jaya kemarin malam. Diduga, korban ditembak oleh anak buahnya sendiri.Menanggapi kasus ini, anggota Komisi III DPR Harry Witjaksono meminta agar Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti turun menyelesaikan kasus ini. Sebab, masalah internal kepolisian ada di tangan Wakapolri."Tugas Wakapolri menegakkan disiplin Polri, terlepas masalahnya apapun itu, tembak-tembakan polisi itu bisa membuat disiplin runtuh," ujar Harry di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/3).Dia mendesak kasus ini harus segera diselesaikan dengan tuntas. Menurut dia, akibat kasus ini akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada institusi Polri."Saya minta Badrodin menegakkan disiplin setegak-tegaknya," tegas dia.Untuk menghindari hal serupa terjadi kembali, Harry berpendapat, agar Polri terus memeriksa psikologis para anggotanya. Khususnya bagi mereka yang dipercaya memegang senjata api. "Secara berkala harus diperiksa psikologisnya. Masih layak engak megang pistol," tegas dia.Dia berpesan kepada Kapolda Metro Jaya baru, Irjen Dwi Prayitno agar mengawasi anak buahnya. Sebab hal ini dapat mencoreng citra kepolisian."Harus menegakkan disiplin pada anggota, malu di depan masyarakat. Gimana kita mau memberikan rasa aman kepada masyarakat kalau antar polisi saling tembak," ujarnya.

Rekomendasi