Anas tak mau ungkap 'orang istimewa' di KPK

Anas kembali mengelak saat ditanya punya hotel di Bali.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Anas tak mau ungkap 'orang istimewa' di KPK
Anas diperiksa KPK. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Tersangka kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Anas Urbaningrum selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ). Anas hari ini diperiksa sebagai tersangka kasus gratifikasi.Menggunakan rompi tahanan KPK , Anas keluar dengan santai. Sambil tersenyum, dirinya menjawab berondongan pertanyaan awak media.Ketika ditanya soal teka-tekinya tentang 'orang istimewa' di lantai 9 gedung KPK yang memberitahukannya sebagai tersangka TPPU adalah mantan bendahara umum Partai Demokrat , Muhammad Nazaruddin , dia pun mengelak.Mantan ketua umum Demokrat ini malah melemparkan canda kepada para wartawan. Anas pun menantang agar media mencari siapa orang tersebut."Saya enggak tahu. Ya masa dikasih kuis ditanya lagi. Ya dikasih kuis dijawab dong," kata Anas sambil menantang di Gedung KPK , Jakarta, Jumat (14/3).Seperti ogah-ogahan menjawab, Anas kembali mengelak saat disinggung punya hotel di Bali. Pendiri ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia ( PPI ) ini malah minta didoakan."Di Bali banyak sekali hotel. Ada bintang 5, bintang 4 dan kelas melati. Doakan saja, 20 sampai 30 tahun lagi (punya hotel) mudah-mudahan," celetuknya.Sebelumnya, Anas Urbaningrum , melontarkan teka-teki ihwal adanya pihak yang dia sebut sebagai 'orang istimewa' KPK . Menurutnya 'orang istimewa' tersebut yang mengembuskan kabar kepada beberapa tahanan korupsi lain soal status tersangka dugaan pencucian uang disematkan kepadanya.Menurut dia, 'orang istimewa' itu juga penting bagi penguasa. "Saya sudah dengar sebulan yang lalu. Ada orang yang istimewa mengumumkan di lantai 9 kepada para tahanan yang lain. Pokoknya orang yang istimewa di sini, dan istimewa juga bagi orang yang berkuasa," kata Anas usai pemeriksaan kepada para pewarta, di Gedung KPK , Jakarta, Jumat (7/3) lalu.Tudingan Anas soal pun memancing pertanyaan siapa sebenarnya sosok dia maksud sebagai 'orang istimewa' buat penguasa dan KPK itu. Dia juga berusaha mencibir KPK dengan halus soal penetapannya sebagai tersangka dugaan pencucian uang.

Rekomendasi