Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini masih konsisten menyapa warganya yang berasal dari kelas bawah di Jalan Gubeng Masjid, Kecamatan Gubeng. Hal ini terlihat saat Risma usai bertakziah di rumah duka, salah satu wartawan televisi swasta yang meninggal karena serangan jantung pada Minggu kemarin.Usai mengantar jenazah Nico Leopord (39), Kabiro Surabaya di salah satu televisi nasional, dari rumah duka menuju komplek pemakaman di kawasan Gubeng, Risma tidak langsung ngantor, melainkan menyempatkan diri blusukan untuk menyapa warganya.Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu, terlihat berjalan di gang-gang sempit di kawasan Gubeng Masjid, hanya sekadar ingin menyapa warganya. "Apa kabar bu? Gimana kabar ibu-ibu? Apa ada keluhan yang ingin disampaikan?" tanya Risma kepada beberapa warga Gubeng.Sementara warga yang melihat sang wali kota, langsung menyambutnya dan bersalaman. "Tidak ada bu, kita baik-baik saja. Kita juga senang dikunjungi Bu Wali," jawan salah seorang warga usai bersalaman dengan Risma.Selain menyapa warganya, wali kota yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) itu, juga meluangkan waktunya untuk berdialog dengan warganya. Dialog Risma dengan warga Jalan Gubeng Masjid itu, seputar tentang masalah kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).Selain itu, mantan Kepala Dinas Pertamanan itu juga ingin memastikan, apakah seluruh warga di Jalan Gubeng Masjid sudah tercover BPJS.Seperti diketahui, pekan lalu hingga saat ini, Pemkot Surabaya masih membuka pendaftaran peserta BPJS yang digelar di balai kota. Hal ini dikarenakan, masih banyak warga miskin di Surabaya yang belum mengetahui perubahan kartu Jamkesmas ke JKN per Januari lalu, karena sosialisasinya, ternyata tidak sampai ke masyarakat bawah.Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya, Mohammad Fikser yang ditemui di kantornya mengatakan, saat ini, memang Pemkot Surabaya memfokuskan diri dengan berbagai persoalan di Kota Pahlawan, termasuk masalah penutupan lokalisasi Gang Dolly dan Jarak."Memang saat ini, Bu Wali tengah fokus pada masalah warga di kalangan kelas bawah. Ini terkait masalah kesejahteraan warga kelas bawah yang belum sama sekali tersentuh, salah satunya masalah BPJS, yang ternyata sosialisasinya belum sampai ke masyarakat bawah," kata Fikser di kantornya.Selain itu, lanjut dia, masih ada beberapa masalah yang memang sedang menjadi lahan garap Pemkot Surabaya. "Semuanya konsen ke masyarakat bawah, termasuk masalah penutupan lokalisasi di Surabaya," tegas Fikser.
Usai melayat wartawan, Risma blusukan sapa warga miskin
Risma menyempatkan berdialog soal BPJS dengan warga miskin di gang-gang Kota Surabaya.
Advertisement
Rekomendasi