Unibraw ditunjuk teliti sistem pertanian di Kelud pasca-erupsi

Tim dari Unibraw ini akan meneliti secara menyeluruh tanaman di Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Unibraw ditunjuk teliti sistem pertanian di Kelud pasca-erupsi
gunung kelud meletus. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Pemprov Jawa Timur menunjuk Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang untuk meneliti pertanian di sekitar Gunung Kelud pasca-erupsi pada 13 Febuari lalu. Tim dari Unibraw ini akan meneliti secara menyeluruh tanaman di Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang.Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan, penelitian yang dilakukan tim dari Unibraw ini bertujuan agar tanaman yang biasa ditanam para petani, bisa bertahan lama. "Penelitian ini dilakukan agar ada upaya perubahan pada sistem pertanian di sekitar Gunung Kelud. Tujuannya agar hasil pertaniannya bisa bertahan lama dibandingkan sebelumnya," kata Soekarwo, Senin (3/3).Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu juga memaparkan, nantinya, tim dari Unibraw tersebut akan meneliti secara detail seluruh hasil tanaman di kawasan Kelud, seperti cabe dan bawang. "Dari hasil penelitian ini, akan diketahui apakah nantinya atau ada kemungkinan tanaman-tanaman tersebut bisa dikembangkan lagi. Apakah bisa lebih awet dan tahan lama dibandingkan selama ini."Dikatakan Pakde Karwo, saat ini, tim dari Unibraw itu akan meneliti, jenis apa saja yang bisa dipotong dan tumbuh lagi tanpa harus mengganti dengan jenis tanaman baru. "Seperti cabe misalnya. Ternyata tanaman cabe bisa tumbuh lagi setelah dipotong tanpa harus diganti tanaman baru," kata dia mencontohkan.Dan ternyata, lanjut dia, tidak hanya tanaman cabe yang bisa dipanen kembali pasca-panen. Di Probolinggo, kata Soekarwo, tanaman bawang merah juga bisa seperti tanaman cabe."Di Probolinggo, bawang merah ada perubahan. Setelah dipanen, ternyata bisa tumbuh lagi, seperti cabe. Kalau pertanian di sekitar Kediri, bawang merah kan setelah panen, diganti yang baru. Nah, seperti inilah nanti yang akan dikembangkan di Kediri," katanya.Ditegaskan mantan Sekdaprov Jawa Timur itu, penelitian yang dilakukan pihaknya dan tim Unibraw itu diperlukan, agar para petani di Kediri bisa mendapat kepastian soal hasil tanamannya. "Nantinya, jika ini berhasil diterapkan, para petani tidak perlu lagi membeli bibit baru pasca-panen,," ucapnya.Pemprov Jawa Timur sendiri, mengaku tetap berkomitmen membantu petani, yaitu dengan memberi bantuan bibit setelah seluruh proses rehabilitasi rumah di tiga daerah yaitu Kediri, Blitar dan Malang selesai. Target rehabilitasi rumah pasca-erupsi Kelud itu selesai pada 9 Maret mendatang."Bantuan bibit tetap menjadi tanggung jawab Pemprov. Tapi untuk sementara ini konsentrasi masih ke rehabilitasi rumah," tandas Pakde Karwo.

Rekomendasi