Ditanya mundur apa tidak, Risma jawab 'tanyakan ibu-ibu

Risma mengatakan akan tetap bekerja dan masih memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan rencana penutupan Gang Dolly.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Ditanya mundur apa tidak, Risma jawab 'tanyakan ibu-ibu
Hari Kartini PDI Perjuangan. ©2012 Merdeka.com

Hingga kini, isu mundur atau tidaknya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih terus santer dibicarakan. Meski, beberapa pihak dari Pemkot Surabaya sudah memastikan kalau tidak pernah ada pernyataan mundur dari Risma, tapi kabar itu masih terus dipertanyakan.Sayangnya, Risma tidak pernah mau menjawab pertanyaan tersebut. Bahkan, informasi yang diterima dari lingkungan Pemkot Surabaya, saat menghadiri acara peresmian taman di daerah Jambangan, Kamis sore kemarin (27/2), wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu justru melempar jawabannya kepada ibu-ibu warga Jambangan."Tanyakan ke ibu-ibu itu," kata sumber di lingkungan Pemkot Surabaya menirukan jawaban Risma saat ditanya soal mundur atau tidak waktu itu, Jumat (28/2).Bahkan sumber yang bekerja sebagai PNS di lingkungan Pemkot itu juga mengatakan, saat tiba di lokasi, ibu-ibu warga Jambangan langsung memeluk Risma satu per satu. "Ibu-ibu itu bilang, jangan mundur ya bu, jangan mundur. Itu diucapkan ibu-ibu di sana satu per satu. Kalimatnya juga sama semua," kata dia.Sementara itu, warga Surabaya yang kembali dibingungkan soal isu mundurnya sang wali kota, kembali menggelar aksi simpatik di depan Balai Kota Surabaya hari ini.Kali ini puluhan massa dari beberapa elemen masyarakat seperti, kelompok warga Surabaya asal Papua, Flores dan masyarakat aliran kepercayaan yang menggelar aksi mempertanyakan isu tersebut.Para pengunjuk rasa ini juga ingin mempertanyakan ketegasan sikap Risma agar tidak plin-plan dalam mengambil keputusan.Salah satu pengunjuk rasa, Albert Turestun, warga asal Papua yang sudah menetap di Surabaya sejak 15 tahun lalu itu mengatakan, kepemimpinan Risma masih dibutuhkan. "Kami yang sudah menjadi bagian warga Surabaya akan mendukung Ibu Risma untuk tetap memimpin," ujarnya.Sayang, para pengunjuk rasa ini tidak ditemui Risma yang kabarnya tengah sibuk menjalankan tugasnya sebagai kepala negara, sehingga mereka hanya ditemui oleh perwakilan dari Pemkot Surabaya, di antaranya Kepala Bakesbanglinmas, Sumarno dan Asisten I, Yayuk Eko Agustin. Mereka berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Risma.

Diberitakan kemarin, isu mundurnya Risma dari jabatannya kembali digulirkan. Pernyataan itu diucapkan wali kota kelahiran Kediri saat menemui ibu-ibu pengajian yang menggelar aksi Save Risma.Namun, pernyataan Risma bakal mundur itu dibantah Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser, dan beberapa pejabat lain. Pun begitu, isu itu pun terbantahkan ketika Risma menggelar acara sosialisasi penutupan lokalisasi Gang Dolly dan Jarak di Polrestabes Surabaya.Meski tak mau menjawab kabar itu, di hadapan Muspika dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta, Risma mengatakan akan tetap bekerja dan masih memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan rencana penutupan Gang Dolly dan Jarak."Memang benar tadi ada demo Save Risma di Balai Kota. Di sana ibu mengatakan tidak janji untuk tidak mundur," kata Fikser melalui pesan Blackberry Messenger-nya, Kamis kemarin.

Rekomendasi