Adalah para politikus PDI Perjuangan yang pertama kali membuka informasi soal penyadapan pada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo . Mereka mengaku teror bukanlah barang baru bagi partai yang kini beroposisi ini.Wakil Ketua Komisi I DPR dari FPDIP Mayjen (Purn) TB Hasanuddin mengaku Jokowi sudah disadap sejak 2012. Namun begitu ketahuan, pihaknya langsung menutup sadapan tersebut. "Saya bisa mengatasinya, buktinya penyadapan melalui udara bebas, melalui rekaman, melalui penguatan, saya bisa mengatasinya," tambahnya.Hasanuddin mengaku telah mengetahui siapa yang memasang alat sadap tersebut. Namun, pihaknya enggan membeberkan dan melaporkan ke polisi.Kepala BIN Marciano Norman membantah jika ada aparat keamanan yang menyadap Jokowi . Marciano menegaskan tak ada kepentingan apapun intelijen negara menyadap Jokowi ."Enggak mungkin pemerintah sadap itu. Dijamin, saya selaku kepala BIN jamin itu," tandasnya.Para politikus Demokrat pun tertawa mendengar isu Jokowi disadap dan mendapat teror. Mereka mengaku ini cuma pengalihan isu dari Jokowi yang gagal mengurus Jakarta."Itu pencitraan, ya mungkin Jokowi mulai pening, macet enggak ketulungan, banjir juga masih, pening dia," ujar Ruhut Sitompul.Berikut sejumlah pengakuan Jokowi tentang teror yang diterimanya.
Advertisement
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku belum mengetahui pelaku penyadapan di rumah dinasnya. Jokowi mengaku hingga saat ini dirinya memiliki hubungan baik di lingkungan kerja maupun partai."Yang nyadap siapa dulu saya mau tanya. Sampai detik ini saya tak merasa punya musuh," ujar dia di Balai Kota, Jumat (21/2).Jokowi membantah jika penyadapan tersebut dilakukan oleh lawan politiknya. Menurut dia, penyadapan tersebut tidak akan berpengaruh kepada dirinya. Bahkan, pelaku penyadapan bakal kecewa dengan upaya penyadapan tersebut."Ya ndak ngerti. Ndak usah marah-marah. Paling kecewa, apa yang disadap dari saya," kata dia.Jokowi mengaku di rumah tak pernah bicara politik, dia hanya ngobrol ringan soal makanan dengan istrinya.
Advertisement
Kasus penyadapan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) yang belum lama terungkap, ternyata bukan ancaman pertama yang diterima. Jokowi mengaku pernah menerima teror yang lebih mengerikan.Jokowi membenarkan, jika kapalnya pernah meledak ketika ingin menuju ke Kepulauan Seribu. Untungnya, sebelum berangkat kapal yang akan ditumpanginya meledak."Iya itu kejadian tahun lalu. Tapi sudahlah itu sudah lama kejadiannya" jelas Jokowi usai meninjau perbaikan gorong-gorong di Jalan S Parman, Jakarta Barat, Senin (24/2).Kepala Seksi Prasarana dan Angkutan Laut Dinas Perhubungan DKI Jakarta Kamaru Zaman membantah kapal tersebut terbakar karena sabotase.Menurut Kamaru, kapal patroli tersebut murni terbakar akibat hubungan pendek arus listrik. Peristiwa tersebut terjadi 22 Desember 2012 sekitar pukul 22.00 WIB.
Advertisement
Selain kapal meledak, ban mobil Jokowi juga pernah dirobek. Namun Jokowi enggan mengungkitnya. Menurut Jokowi, kejadian itu sudah terjadi tahun lalu dan dirinya lupa persisnya kapan.Jokowi meminta kasus-kasus teror ini tak dibesar-besarkan. Namun sejumlah politikus PDIP justru ikut meramaikan kasus teror tersebut."Keterlaluan itu, itu tidak omong kosong, betul-betul," ujar Ketua MPR Sidarto Danusubroto kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2).Ketua MPR itu mengaku mendapatkan informasi tersebut langsung dari Jokowi."Dua Bulan lalu saya denger dari beliau sendiri. Itu betul-betul orang profesional yang melakukannya dan sekarang sudah dibersihken oleh profesional juga," jelasnya.Sidarto menegaskan apa yang diungkap Jokowi soal sadap dan sabotase bukanlah pencitraan.