Kongkalikong perawat dan sopir ambulans buang kakek di Lampung

Polisi mengatakan ada lima tersangka yang salah satunya merupakan perawat.

Agib Tanjung
Oleh Agib Tanjung - Reporter
Kongkalikong perawat dan sopir ambulans buang kakek di Lampung
Ilustrasi Mayat. ©shutterstock

Belum hilang dari ingatan publik tentang kematian tragis seorang kakek dibuang dari sebuah ambulans. Pria yang diketahui bernama Kakek Edi ini sungguh malang nasibnya. Dia dibiarkan tak berdaya di pinggir jalan dan akhirnya meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit oleh warga. Peristiwa ini terjadi di Lampung, Selasa (21/1) lalu.Baru-baru ini polisi telah membekuk beberapa pelaku. Para pelaku tersebut ternyata karyawan Rumah Sakit A Dadi Tjokorodipo Bandar Lampung.Kapolsekta Tanjung Karang Barat Lampung Kompol I Ketut Suryana menjelaskan, saat ini ada lima pelaku yang dibekuk petugas gabungan dari Polda Lampung dan Polresta Tanjung Karang Barat. Mereka yakni dengan inisial M (sopir ambulans), B (perawat), R (juru parkir), serta A dan D (cleaning service). Mereka ditangkap di tempat berbeda, di antaranya sedang bertugas di rumah sakit tersebut."Benar kita sudah menangkap kelima pelaku pukul 15.30 WIB tadi," ujar Ketut saat dihubungi merdeka.com, Kamis (30/1) kemarin.

Dari penangkapan tersebut bisa dicermati bahwa salah satu pelakunya diduga merupakan seorang perawat. Entah apa yang ada di benak seorang perawat itu, tega-teganya membuang seorang kakek yang sudah ringkih di pinggir jalan. Apalagi ketika perawat tersebut memang terbukti melakukan kongkalikong dengan sopir dan beberapa karyawan rumah sakit lainnya.Dari informasi terakhir yang dihimpun merdeka.com, perawat tersebut bukan suster melainkan perawat laki-laki. Hingga saat ini, kelima orang tersebut telah diamankan di Polres Bandar Lampung untuk menjalani pemeriksaan. Kepolisian juga membuka kemungkinan tentang ada pelaku lainnya selain lima orang tersebut.Kakek Edi ini pertama kali ditemukan di sebuah gardu di Sukadanaham, Tanjungkarang Barat, Lampung, dalam kondisi sakit, Selasa (21/1) sore. Pada tangan Kakek Edi ditemukan bekas jarum infus.Berdasar penuturan warga, Almarhum diturunkan dari ambulans di gardu hingga menemui ajal. Menurut salah seorang tetangga korban, Yeti (48), warga Jagabaya II, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung itu, sehari-harinya kerap dimintai tolong warga untuk membersihkan pekarangan rumah dan membuang sampah. Dari pekerjaan itu, Almarhum mendapat upah yang digunakan untuk makan sehari-hari.Ketika ditemukan si kakek jompo itu sudah sekarat dan tak bisa lagi berbicara. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah A Dadi Tjokorodipo oleh Camat Tanjung Karang Barat Nurzuraidawati dan stafnya. Namun nahas, Rabu (22/1), kakek Edi mengembuskan napas terakhirnya. Selain terdapat bekas jarum infus, pada kakinya juga masih melingkar kain perban.

Rekomendasi