Sejak M. Nazaruddin ditangkap KPK , kisruh tak pernah berhenti menerpa Partai Demokrat . Kondisi ini membuat Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketua dewan pembina, berdoa khusus dari Tanah Suci Mekkah agar badai yang menerjang partainya ini segera berakhir.Dalam jumpa persnya, Anas yang kini berseberangan dengan SBY sempat menyinggung langkah SBY kala itu. Anas ingat bagaimana SBY berpesan padanya agar fokus menyelesaikan masalah hukum dari pada urusan partai."Beliau menanggapi kasus saya dari Tanah Suci Mekkah dan saat beliau pulang (ke Indonesia) memerintahkan saya yang saat itu masih menjadi ketum Demokrat untuk konsentrasi menghadapi masalah hukum. Hal seperti itu belum pernah terjadi kepada politisi yang menghadapi masalah hukum," ujar Anas di rumahnya, Duren Sawit, Jakarta Timur (10/1).
Topik pilihan: denny indrayana | KPK
Anas mengatakan, dirinya masih berstatus terperiksa saat SBY menyampaikan statement tersebut, belum menjadi tersangka. Hal itu merupakan peristiwa bersejarah bagi dirinya."Status saya saat itu masih terperiksa, belum jadi saksi apalagi tersangka. Tak beberapa lama, terjadi peristiwa bersejarah, ada kebocoran sprindik atau bakal sprindik karena baru ditandatangani beberapa pimpinan KPK . Bersejarah dong, belum ada sejarahnya sprindik bocor kan," ujar dia.