Di Klaten, elpiji sudah langka sepekan sebelum kenaikan harga

Sejumlah pangkalan gas, hingga Kamis (2/1) sore belum mendapat kiriman elpiji dari Pertamina.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Di Klaten, elpiji sudah langka sepekan sebelum kenaikan harga
Distribusi Gas Elpiji 12kg. ©2013merdeka.com/m. luthfi rahman

Meskipun harga sudah dinaikkan hingga Rp 48 ribu per 1 Januari 2014, elpiji ukuran 12 kilogram masih langka di pasaran. Di Klaten, Jawa Tengah kelangkaan bahkan sudah berlangsung sejak sepekan sebelum kenaikan. Sejumlah pangkalan gas, hingga Kamis (2/1) sore belum mendapat kiriman elpiji dari Pertamina.Sudirin, salah satu penjual elpiji di Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, mengaku hingga saat ini sama sekali tidak mempunyai stok elpiji 12 kg. Banyak pelanggannya yang sering menanyakan. Namun karena tak ada kiriman, para pelanggannya yang kebanyakan dipakai untuk rumah tangga harus kecewa."Ini ada 5 tabung 12 kg, semua masih dalam kondisi kosong sejak sepekan lalu. Sejak seminggu lalu saya sudah mengajukan permintaan ke agen, tapi sampai sekarang belum ada kiriman," ujarnya.Kelangkaan elpiji ini berimbas pada konsumen. Sri Utami (42), warga Mayungan, Ngawen, Klaten mengaku susah mencari elpiji. Meski sudah mendatangi beberapa pangkalan, namun hasilnya nihil."Saya sudah mendatangi 7 pangkalan gas. Tapi nggak ada yang punya stok, padahal harganya sudah naik kok masih susah dicari," keluhnya.PT Pertamina (persero) mulai menaikkan harga elpiji 12 kg, sejak 1 Januari 2014. Besaran kenaikan di tingkat pangkalan Rp 4 ribu,- per kilogram atau sebesar Rp 48.000,- per tabung.

Rekomendasi