Tahun 2013 akan segera berakhir, namun polisi masih berutang untuk mengungkap kasus penembakan yang terjadi belakangan. Korbannya tak hanya dari kalangan sipil, aparat polisi pun menjadi sasaran.Ada beberapa penembakan yang sudah terjadi pada tahun 2012, tetapi polisi belum membekuk pelakunya bahkan kasus tersebut terkesan tak diurus.Berikut beberapa kasus penembakan yang masih jadi utang polisi di 2013:
Advertisement
Sudah setahun lebih sejak 23 Oktober 2012, kasus penembakan yang menewaskan Liong Lenny Ernawati di Jalan Cidodol Raya, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan belum terungkap. Polisi beralasan minimnya petunjuk dan motif penembakan tersebut."Kasus Cidodol ini masih dalam penyidikan oleh Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, karena hingga saat ini belum adanya petunjuk dan motif yang kuat terhadap tersangka sehingga terus kita dalami lebih lanjut," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat kepada wartawan dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Senin (30/12).Seperti diketahui, Liong Lenny Ernawati menjadi korban penembakan orang tidak dikenal di Jalan Cidodol Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu 23 Oktober 2012. Korban mengalami luka tembak pada bagian leher serta punggung.Kejadian penembakan bermula saat Lenny dan suaminya, Sin Harjo Budhiarta, melintas di Jalan Cidodol Raya mengendarai mobil boks hitam merek Mitsubishi bernomor polisi B 9091 VJ. Tiba-tiba mobil Lenny dipepet oleh dua sepeda motor dengan pengendara berboncengan empat orang. Mereka lalu menembakkan pistol ke arah Lenny berkali-kali.Mengetahui istrinya ditembak dan bersimbah darah, Harjo langsung melarikan mobil dengan kecepatan tinggi ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Namun nahas, tidak lama setelah masuk ke ruang gawat darurat, Lenny dinyatakan meninggal dunia.
Advertisement
Polisi masih kesulitan mengidentifikasi penembak Tito Refra Kei yang diduga berjumlah dua orang. Cepatnya kejadian, membuat para saksi yang dimintai keterangan tak bisa mengenali pelaku.Kapolres Bekasi Kota, Kombes Priyo Widianto mengatakan, sejauh ini sudah ada keterangan dari tiga orang saksi. Namun, belum bisa mengarah ke pelaku penembakan. "Kita tanya saksi, tidak bisa jelaskan ciri-ciri pelaku karena hanya lihat sepintas," katanya kepada merdeka.com, Minggu (1/6).Seperti diketahui, adik kandung John Kei, Tito Refra Kei, ditembak orang tak dikenal ketika sedang bermain kartu di warung kelontong, di Perumahan Titian Indah, Jalan Titian RT 03/11, Kelurahan Kali Baru, Medansatria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (31/05) sekira pukul 20.00 WIB.
Advertisement
Mobil Honda Jazz B 1909 WSL milik Hafiz, anak Ketua DPRD Banten Aeng Haerudin ditembak orang tidak dikenal di kawasan Pandeglang, Banten. Mobil yang dikendarai oleh Hafiz dan teman wanitanya, Mutia, ini mengalami pecah kaca di bagian belakang sebelah kanan, saat sedang memarkirkan mobilnya di jalan tersebut."Saat memesan nasi goreng, tiba-tiba ada motor berhenti dan menembak ke arah kita," ujar Mutia di Mapolres Serang, Rabu (28/8).Mutia menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu dirinya dan Hafiz baru saja bepergian dan hendak makan di depan pasar swalayan di daerah Pandeglang tersebut. "Posisi yang nembak itu ada di seberang jalan, tiba-tiba ada suara tembakan, mengarah ke kaca belakang," paparnya.Hingga kini pelaku penembakan itu belum terungkap.
Advertisement
Kendati telah mengantongi CCTV saat kejadian penembakan Aipda Sukardi, Kapolri masih meminta publik untuk bersabar untuk mengetahui siapa dalang penembakan itu. Menurutnya, kasus penembakan Sukardi di Kuningan berbeda dengan kasus penembakan sebelumnya."Seperti yang saya sampaikan, TKP yang ada di Rasuna Said ini itu memang berbeda dengan kasus sebelumnya terjadi di Pondok Aren, Cirendeu, Ciputat. Kalau di sana pelakunya sudah jelas, tinggal melakukan penangkapan, tapi untuk kasus yang ini (Sukardi) dimohon untuk sabar," terang Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Rupatama, Jakarta, Senin (16/9).
Advertisement
Seorang polisi yang bertugas di wilayah Cilandak, Aiptu Dwiyatna (50), tewas ditembak orang tak dikenal saat mengendarai sepeda motor di Jalan Otista Raya, Ciputat, Tanggerang Selatan. Dwiyatna tewas karena mengalami luka di bagian kepala.Insiden penembakan ini terjadi pukul 04.50 WIB, Rabu (7/8) kemarin. Salah satu saksi, Sumarno mengatakan, saat kejadian terdengar suara letusan senjata api sebanyak satu kali. Tak lama kemudian korban jatuh dari sepeda motor Suzuki B 2643-31 VII yang dikendarainya.Saksi membantu korban dengan membawa ke UGD RS Sari Asih, Ciputat. Namun, sekitar pukul 5.30 WIB korban meninggal dunia. Polisi berhasil mengamankan senjata jenis Revolver nomor AAY6162 dengan jumlah peluru lima butir. Dari TKP, ditemukan selongsong peluru sebanyak satu unit.Pelaku penembakan hingga saat ini masih dalam perburuan polisi. Diduga, penembak Aiptu Dwiyatna sama dengan pelaku penembakan Patah Saktiyono. Pelaku diduga teroris yang memang mengincar petugas polisi.Akibat dua insiden ini, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo langsung mengeluarkan instruksi khusus. Pertama, Polri tidak boleh seorang diri saat pulang maupun pergi bertugas. Kedua, anggota tidak diperkenankan menggunakan atribut bertulisan polisi saat dinas malam hari. Ketiga, anggota Polri wajib meningkatkan pengamanan di setiap markas.