Kesan congkak terlihat jelas dalam diri Bupati Ngada Marianus Sae. Pasalnya, dengan menggunakan otoritasnya sebagai pejabat daerah dia mengerahkan aparat Satpol PP untuk memblokir bandara. Padahal persoalan ini sepele hanya karena tidak mendapatkan tiket pesawat Merpati tujuan penerbangan Kupang ke Ngada. Alhasil perilaku sang Bupati pun mendapat kecaman.Berbanding terbalik dengan sebagian orang yang mengecam aksi koboi Marianus Sae, Partai Amanat Nasional (PAN) tempat Sae berpolitik membela habis-habisan. Keterangannya para petinggi partai tersebut malah terang-terangan menyalahkan maskapai pelat merah yang dinilai lalai memberikan fasilitas kepada bupati arogan tersebut.Berikut 5 pembelaan PAN terhadap bupati Ngada:
Advertisement
Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa mengaku kaget dan marah besar atas ulah yang dilakukan Bupati Ngada NTT Marianus Sae menutup Bandara Turelelo Soa. Terlebih persoalan sepele karena tak dapat tiket maskapai Merpati. Tindakan Marianus Sae itu dinilai telah mencoreng citra PAN yang mendukungnya dalam Pemilihan Bupati pada 2010 lalu."Kemarin waktu acara Natal PAN di Manado, kami laporkan kejadian itu. Pak Hatta marah besar. Kejadian ini memalukan sekali dan dia meminta tim DPP mengusut," kata politikus PAN Alvin Lie kepada merdeka.com, Senin (23/12).Namun Menko Perekonomian ini nampaknya hanya bersua saja. Karena setelah acara natal di Manado tidak ada tindakan lebih lanjut dari PAN soal arogansi yang dilakukan salah satu kadernya.
Advertisement
Meski angkat bicara terkait kelakuan koboi yang Bupati Ngada Marianus Sae. Partai Amanat Nasional (PAN) tidak lantas memberikan sanksi kepada kadernya. Menurut Ketua Komisi V DPR yang juga kader PAN, Laurens Bahang Dama, dirinya akan meminta keterangan kepada Marianus Sae perihal insiden pemblokiran tersebut.Bahkan, soal sanksi terhadap tindakan kadernya ini. PAN tidak bisa memberikan keterangan sanksi apa yang diberikan.Malah seolah PAN meninak bobokan dengan mengatakan kasus pemblokiran tersebut sudah selesai, karena sudah ada permintaan maaf dari kedua belah pihak. Tetapi kasus pemblokiran bandara adalah kasus pelanggaran terhadap UU penerbangan sehingga tidak bisa selesai dengan minta maaf.Sementara meski partainya sudah angkat bicara, Marianus Sae sendiri belum bisa dikonfirmasi perihal insiden pemblokiran Bandara Turelelo Soa. Saat dihubungi via Telepon dan pesan singkat yang dikirim dia mengacuhkan konfirmasi tersebut.
Advertisement
Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo mengatakan tindakan Bupati Ngada Marianus Sae memblokir Bandara Torelelo Soa, NTT, tak banyak komentar soal kejadian ini. Dradjad justru menilai sosok Marianus merupakan orang yang sangat berkomitmen membangun daerahnya. "Marianus Sae adalah salah satu kader PAN yang sangat berkomitmen membangun daerahnya. Di sisi lain, Ngada ini kabupaten yang sangat terpencil," ujar Dradjad dalam pesan singkat, Senin (23/12).Meski memberikan alasan sebab insiden ini terjadi yang? mengatakan tidak bisa mengikuti rapat di DPRD. Rapat itu kata Dradjat sangat penting, karena Marianus ingin memperjuangkan anggaran untuk daerahnya. Hal itulah yang membuat Bupati Ngada kesal.
Advertisement
Sangat aneh apa yang dilakukan PAN. Saat kadernya dicerca terkait insiden koboinya mengerahkan Satpol PP, Wakil Ketua Umum Dradjat Wibowo malah mengkritik Maskapai Penerbangan Merpati yang justru tak bisa melayani masyarakat dengan baik. Dia menilai, insiden pemblokiran ini seharusnya bisa dihindari jika kedua belah pihak saling berkoordinasi dengan baik."Merpati juga harus sadar bahwa mereka bisa terbang ke Ngada itu tidak lepas perjuangan bupati dan rakyat Ngada," terangnya.
Advertisement
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa turut angkat bicara terkait insiden pendudukan Bandara Turelelo Soa yang berada di Kabupaten Ngada, NTT oleh anak buah Bupati Marianus Sae.Hatta mengaku perbuatan kadernya tidak bisa dibenarkan. Kendati demikian, dia tetap membela Marianus yang emosional karena dari informasi yang dia terima, saat kejadian sebetulnya ada beberapa kursi kosong.Menurut besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, seharusnya PT Merpati Nusantara Airline, bisa fleksibel buat Marianus. "Kursi masih kosong tiga, mengapa seorang pejabat enggak dikasih seat," ucap Hatta di Kantornya, Jakarta, Senin (23/12).Mantan menteri perhubungan ini enggan mengungkap apakah Marianus bakal mendapat sanksi internal partai, karena merugikan publik. Pasalnya aksi koboi sang bupati yang memerintahkan Satpol PP berada di sekitar landasan pacu membikin pesawat Merpati berisi 54 penumpang, memutar ke Bandara El Tari, Kupang. Hal itu melanggar Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009, dengan ancaman penjara dua tahun.Soal ancaman pidana pada anak buahnya, Hatta mempersilakan pihak yang tidak setuju dengan aksi Marianus, untuk membawanya ke ranah hukum."Siapapun dan apapun alasannya memblokir bandara tidak boleh. Saya mantan menhub. Kalau penindakan di otoritas terkait," kata Hatta.