Penyidik Polres Cilacap terus mengorek keterangan dari mulut Resi Rokhis Suhana (27), tersangka pencuri mayat kepala wanita yang bikin geger warga. Resi sebelumnya mencuri kepala mayat wanita di Pemakaman Umum Sabuk Janur Kelurahan Kebonmanis, Cilacap Utara.Pria pengangguran yang kerap memalak warga itu mengungkapkan sejumlah alasan di balik aksi mistisnya. Namun banyak keterangannya yang tidak masuk akal sehingga polisi mengirimnya ke RSUD Banyumas. Resi dirawat di ruang Sadewa Instalasi Kesehatan Jiwa RSUD Banyumas.Hingga Senin (16/12) sore kemarin, Resi masih menjalani observasi dan akan berlangsung selama 14 hari. Dua psikiater dan psikolog, serta beberapa perawat dilibatkan dalam tim. "Nanti setelah 14 hari baru terlihat hasil kejiwaan pasien tersebut seperti apa," kata dokter spesialis kesehatan jiwa RSUD Banyumas, dr Hilma Paramitha.Dari hasil observasi sementara, Resi diketahui mengalami gejala halusinasi yang mendengar atau melihat sesuatu dan menjelaskan sendiri atau dalam istilah medisnya 'irrasional believe'.Apa saja pengakuan Resi mengenai motifnya mencuri kepala mayat yang bikin polisi geleng-geleng kepala? Berikut rangkumannya:
Advertisement
Punya guru spritual
Resi mengaku memiliki guru yang pernah ditemuinya di suatu desa pada tahun 2004. Sejak saat itu, dia kerap mendapat bisikan pada hari-hari tertentu. "Biasanya saya mendapat bisikan pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu," ujarnya.Terakhir, menurut pengakuan Resi, ia kerap mendapat bisikan gaib dari gurunya terakhir saat malam hari sebelum tertangkap. Dalam bisikan itu, Resi diminta pergi dari Cilacap karena menjadi incaran polisi. "Terakhir, malam waktu mau tertangkap, ada suara bilang awas polisi. Saya disuruh pergi dari Cilacap, tapi saya tidak pergi," ungkapnya.
Advertisement
Punya nama gaib Satria Pamungkas
Saat diperiksa polisi, Resi Rokhis Suhana mengaku memiliki nama gaib yakni Satria Pamungkas."Dia mengaku punya nama gaib, namanya Satria Pamungkas. Kami sempat kebingungan saat menanyakan nama aslinya saat pemeriksaan, karena namanya sempat berubah-ubah," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cilacap, Ajun Komisaris Polisi Agus Puryadi di Cilacap, Minggu (15/12).
Advertisement
Sudah lama mendapat bisikan gaib bongkar makam
Resi mengaku mendapat perintah untuk membongkar makam sejak lama. Bisikan tersebut, diakuinya, diperintahkan sejak menganggur dan kesulitan mendapat pekerjaan."Saya belajar ilmu ingin biar cepat dapat pekerjaan dan kemudian belajar ilmu ini sejak tahun 2004. Sejak lama saya juga sudah dapat perintah membongkar makam. Tetapi saya baru berani mengerjakannya bulan Oktober," kata Resi, Senin (16/12).Awalnya, Resi mengaku ketika mendapat bisikan tersebut tidak berani mengerjakannya karena bertentangan dengan hati nuraninya. "Ada pertimbangan baik buruknya dulu, setelah dipertimbangkan terus syaratnya, ada pikiran juga tetapi akhirnya kalah dan akhirnya saya bongkar juga," ucapnya.
Advertisement
Diperintahkan bongkar makam sebelum 17 Desember
Resi akhirnya nekat mencuri kepala mayat wanita di salah satu TPU di Cilacap, agar bisa terbang. Saat diperiksa polisi, Resi mengaku mendapat bisikan yang memberinya tenggat waktu belajar ilmu terbang dan hilang."Menurut pengakuannya, tersangka diberi deadline waktu untuk bisa terbang dan hilang pada 17 Desember ini," kata Kepala Satreskrim Polres Cilacap, Ajun Komisaris Polisi, Agus Puryadi, kepada wartawan, Senin (16/12).