Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha tak yakin dengan informasi yang disebar Wikileaks soal peran Ibu Negara Ani Yudhoyono. Menurutnya, data Wikileaks itu tak dapat dipercaya."Masa hal seperti ini harus kami tanggapi. Karena sumber informasinya juga kan tidak jelas. Sebutkan itu Wikileaks. Tapi ya kita enggak tahu, masa kita harus percaya pada Wikileaks. Karena sumber berita yang harus kita perhatikan, harus kita tanggapi ya sesuatu yang sudah jelas ada ya," ujar Julian di Jakarta, Senin (16/12).Julian malah mempertanyakan kredibilitas Wikileaks. "Nah, kami harus mengatakan kami tidak percaya pada sumber berita yang dilahirkan dari organisasi yang juga masih kita pertanyakan kredibilitasnya," kata Julian.Menurutnya, semua artikel yang ditulis oleh Wikileaks soal pengaruh Ani Yudhoyono semua tidak benar. "Terus terang kami melihat tidak ada sesuatu yang benar dalam artikel tersebut," ujarnya.Data Wikileaks itu dikutip oleh media The Australian pada Sabtu (14/12). Sejak berita itu muncul, beberapa menteri dalam kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga membantah informasi tersebut.
Istana: Masa kami harus percaya pada Wikileaks
Dalam data Wikileaks yang dikutip The Australian, Ani Yudhoyono sering kali mempengaruhi SBY dalam mengambil kebijakan.
Rekomendasi