Artis Cornelia Agatha ikut demo desak Gubernur Atut mundur

Pemeran Sarah dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu membacakan puisi WS Rendra di hadapan mahasiswa.

Dwi Prasetya
Oleh Dwi Prasetya - Reporter
Artis Cornelia Agatha ikut demo desak Gubernur Atut mundur
Cornelia Agatha. ©2013 Merdeka.com

Demonstrasi memperingati Hari Antikorupsi yang dilaksanakan gabungan mahasiswa Banten di depan Pendopo Gubernur diramaikan dengan kehadiran artis Cornelia Agatha. Pemeran Sarah dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu membacakan puisi.Mengenakan kemeja putih dan celana panjang ketat berwarna coklat, kehadiran Cornelia tampak mencolok di antara para demonstran. Dia pun membacakan puisi karya sastrawan WS Rendra yang berjudul 'Sajak Potret Keluarga'.Ketika dimintai komentarnya mengenai kasus korupsi yang terjadi di Banten, Cornelia mengatakan prihatin. "Cukup memprihatinkan keadaan Banten. Siapapun yang punya harga diri jangan korupsi," pesannya.Saat ditanya apakah kehadirannya di Banten diketahui oleh mantan lawan mainnya yang kini menjadi Wagub Banten Rano Karno , Cornelia mengatakan, "Saya ke sini dia juga enggak tahu."Cornelia juga mengatakan sosok Rano Karno pantas menggantikan Ratu Atut Chosiyah menjadi gubernur. "Dia sangat baik sekali dan orangnya sangat merakyat, apa adanya. Dia orang yang tidak kaget dengan uang. Dia punya nurani dan smart. Dia layak memimpin banten,"katanya.Sementara itu, aksi ratusan mahasiswa yang mendesak Gubernur Atut segera ditahan KPK berujung bentrok dengan polisi karena aparat mencoba membubarkan massa yang terus memaksa masuk ke dalam pendopo Gubernur Banten. 5 Mahasiswa diamankan."Saya beritahukan kepada korlap aksi untuk membubarkan aksi dan kembali ke kampus," ujar salah satu anggota kepolisian melalui mobil pengeras suara.Hingga sore, mahasiswa masih bertahan di depan Gubernur Banten. Mahasiswa mendesak agar penegak hukum segera menuntaskan semua kasus korupsi di banten."Sementara tetap bertahan, teman-teman masih negosiasi untuk dibebaskan. Dan kita enggak akan pulang sebelum kawan-kawan kita dibebaskan," ujar Nedi, salah satu mahasiswa.

Rekomendasi