Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul dengan nada meledak-ledak mengaku tidak takut dengan laporan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens ke Polda Metro Jaya dan Badan Kehormatan (BK) DPR. Namun, ketika Boni tiba di depan ruang BK DPR, Ruhut terlihat kaku alias kikuk."Ayo bang (Ruhut) sini, foto bareng," ajak Boni kepada Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/12).Ruhut terlihat kaku saat berhadapan dengan Boni. Dia ogah menerima tawaran Boni untuk foto berjajar dan memberikan keterangan bersama-sama kepada awak media."Ngapain foto bareng, ogah," singkat Ruhut sambil ngacir.Menurut Boni, apa yang disampaikan Ruhut saat acara di sebuah stasiun televisi bernada rasis. "Saya punya buktinya, saya punya videonya. Dan polisi telah menerima laporan saya. Sekarang ini saya mau laporan ke BK," kata Boni seraya masuk ke ruang BK.Seperti diketahui, dalam sebuah acara di televisi swasta, Ruhut mengatakan, "Lumpur Lapindo itu warnanya apa? Hitamkan! Ya sudah, itu Boni Hargens itu kulitnya hitamkan!!! Belum lagi yang lain-lain, banyak kok."Perkataan Ruhut tersebut dinilai Boni bernada rasisme, penghinaan manusia atas dasar SARA, dan karenanya merupakan suatu bentuk kejahatan."Kami menyayangkan kalimat yang menghina manusia lain atas dasar warna kulit. Ini adalah tindakan diskriminasi ras dan etnik yang tidak pantas dilakukan oleh pejabat publik seperti Ruhut Sitompul , yang notabene anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Partai Demokrat," tandasnya.Boni sudah melaporkan Ruhut ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan melanggar UU No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik.
Bertemu Boni Hargens, Ruhut ngacir dan ogah foto bareng
"Ngapain foto bareng, ogah," singkat Ruhut kepada Boni sambil ngacir.
Rekomendasi