Bus masuk jurang di jalur tengkorak Magelang, sopir tewas

Dalam sebulan, paling tidak ada sebanyak dua sampai tiga korban meninggal di jalur tengkorak tersebut.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Bus masuk jurang di jalur tengkorak Magelang, sopir tewas
bus masuk jurang di cisarua. ©2013 Merdeka.com

Kecelakaan tunggal terjadi di jalur tengkorak perbatasan wilayah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Tepatnya di turunan Dusun Sabrang, Desa Margoyoso, Kec Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.Diduga sang sopir, tidak bisa mengendalikan bus dan tidak paham kondisi jalan, Bus Deddy Jaya bernopol G 1618 GG masuk jurang sedalam sekitar 20 meter.Akibatnya, Zainudin (49) warga Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah tewas seketika. Sementara, dua rekannya yang lain mengalami patah tulang pada lengan.Saat ini jenazah korban Zainudin masih disemayamkan di Puskesmas Salaman I serta kedua temannya masih menjalani perawatan secara intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Salaman I, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.Dari informasi yang dihimpun merdeka.com di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan terjadi sekitar pukul 17. 20 WIB. Padahal bus nahas itu baru saja di service alias diperbaiki di karoseri Tri Sakti melaju dari arah Kabupaten Magelang menuju ke Purworejo."Saat itu bus tepat berada di belakang mobil swift hitam saya kira-kira jaraknya sekitar 10 meter di belakang saya. Karena jalan menurun tajam, bus melaju pelan. Tiba-tiba terdengar suara genjetan ban keras. Bus awalnya oleng ke kanan. Tapi tiba-tiba oleng ke kiri," ungkap saksi kejadian Deny Yunianto (22) warga Dusun Sabrang 2/IV, Desa Margoyoso, Kec Salaman yang saat itu dari Magelang bersama ibunya Jumirah(50) kepada merdeka.com di sekitar TKP.Diduga tidak bisa mengendalikan kendaraan, bus akhirnya menabrak pepohonan dan masuk ke jurang sedalam kurang lebih 20 meter. Deny akhirnya menghentikan mobilnya di rumahnya yang tak jauh dari TKP kecelakaan dan berupaya melakukan pertolongan."Penumpang tiga, luka biasa dan luka parah. Pengemudi meninggal di tempat. Dua bisa keluar setelah memecah kaca bus di pintu darurat. Pengemudi sampai 17.50 WIB badan kiri kegenjet dash board sehingga langsung tewas," ungkapnya.Usai dievakuasi, kedua korban selamat dan jenazah Zainudin, disemayamkan di Puskesmas Salaman I, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.Deny menjelaskan kecelakaan sering terjadi di tanjakan dan turunan Margoyoso tempat dirinya tinggal bersama keluarga. Dalam sebulan, paling tidak ada sebanyak dua sampai tiga korban meninggal di jalur tengkorak tersebut."Dalam bulan ini sangat sering dan medan ini medan bahaya. Untuk mobil mogok bisa hitungan perjam. Untuk kecelakaan 2-3 kali sebulan," ungkapnya.Sampai malam ini, petugas Satlantas Polres Magelang masih melakukan oleh TKP di lokasi. Polisi sempat kesulitan melakukan olah TKP karena kondisi lokasi yang gelap dan jurang sangat curam. Apalagi, jurang berada di jalur tanjakan Margoyoso yang sangat tajam turunan dan tikungannya.

Rekomendasi