Pria Ini mengaku jadi dubber karena ngefans Ferry Fadli

Eric mengidolakan sosok Fadli sejak duduk di kelas 1 SD.

Muhammad Hasits
Oleh Muhammad Hasits - Reporter
Pria Ini mengaku jadi dubber karena ngefans Ferry Fadli
Eric Jaya Novera. ©2013 Merdeka.com/ sukma alam

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Ferry Fadli di era 1980-1990-an ? Dubber legendaris pemeran Brama Kumbara dan Arya Kamandanu ini masih dikagumi oleh dubber di Indonesia. Salah satunya pria bernama Eric Jaya Novera ( (38). Ia mengaku pertama kali terjun di dunia dubbing karena terinspirasi oleh sosok Ferry Fadli."Saya mengidolakan Ferry Fadli dari awal suka dengan ciri khas suaranya," ujar Eric di PT Mutu Entertainment, Tomang, Jakarta Barat, Jumat (29/13)Eric mengidolakan sosok Fadli sejak duduk di kelas 1 sekolah dasar (SD). Ia pertama kali terjun di dunia dubbing sejak 1995 berperan sebagai antagonis seperti film kartun anime Jepang, Power Ranger, Aladin, dan film Lazy Town yang sedang digarapnya sebagai Robbie Rotten."Pertama kali dubbing sejak tahun 95, film pertama didubbing itu peran arti wajah. Dan saya sejak awal sampai akhir berperan sebagai antagonis," katanyaSetelah 18 tahun bergelut di dunia dubber, Eric mengaku optimis dalam menjalankan pekerjaan ini. Apalagi masyarakat lebih suka menyukai film di dubbing ketimbang membaca narasi."Selama masih ada TV saya yakin masa depan dubber-dubber akan tetap bertahan karena masyarakat itu lebih suka film dubbing ketimbang baca teks. Dubbing suara itu 90 persen mirip seperti aslinya," katanyaEric menambahkan, dalam mendubbing kata dan kalimat bahasa juga ada peraturan tertentu. Hal tersebut lantaran agar masyarakat tidak mengikuti bahasa yang tak layak di contoh."Kalau didubbing itu ketat sekali menyaring kata-kata khususnya pada anak-anak seperti kata bodoh atau mengolok-olok. Kita bener bisa tepat menjaga katanya sebab yang dikhawatirkan masyarakat menirunya," katanya.Dia menjelaskan, untuk menjadi dubber profesional, tidak perlu memiliki suara bagus akan tetapi bisa bicara artikulasi. Eric pun memiliki harapan besar pada dubbing film di Indonesia. Menurutnya, pekerjaan dubbing masih di pandang sebelah mata oleh masyarakat."Dubber di Indonesia masih pekerjaan 2 jadi di pandang sebelah mata mungkin perhatian industri TV nya masih kurang lah," katanya.

Laporan: Sukma Alam

Rekomendasi