Jejak suami Ratu Atut, Hikmat Tomet di kancah politik Banten

Hikmat mengikuti jejak sang istri terjun ke dunia politik.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Jejak suami Ratu Atut, Hikmat Tomet di kancah politik Banten
Hikmat Tomet dan Ratu Atut. ©2013 Merdeka.com

Suami Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Hikmat Tomet meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPD Gatsu). Dia diketahui meninggal akibat mengidap penyakit stroke pada pukul 15.00 WIB.Semasa hidupnya, Tomet mengikuti jejak sang istri untuk terjun ke dunia politik. Dia merupakan anggota Partai Golongan Karya. Pada Pemilu 2009 lalu, dia maju sebagai calon anggota DPR RI untuk daerah pemilihan Banten II.Pada pemilihan umum tersebut, Hikmat Tomet berhasil mengantongi jumlah suara yang cukup banyak yakni sebesar 96.446 suara dan mengantarkannya menjadi anggota DPR RI. Usai terpilih, ia duduk di kursi komisi V yang fokus pada permasalahan Perhubungan, Telekomunikasi, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal.Dengan posisi yang dimiliki sang istri, Hikmat juga memegang peranan penting di Partai Golkar. Setelah terpilih menjadi anggota DPR, dia terpilih menjadi ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I di Provinsi Banten. Dia menjabat untuk masa bakti 2009-2014.Jabatan ini ia peroleh dengan menggantikan Mamat Rahayu Abdullah yang menjabat untuk periode 2004-2009. Dengan posisi yang diembannya, Hikmat membangun sejumlah program, yakni pembenahan internal partai, termasuk pembangunan kantor serta konsolidasi kepengurusan partai dari tingkat desa hingga provinsi.Di bawah kepemimpinannya pula, Partai Golkar mampu memenangi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten dengan perolehan suara yang cukup signifikan mengantar sang istri kembali berkuasa. Hasil tersebut diperoleh dari Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan, dan lain-lain.Atas kinerjanya tersebut, DPP Partai Golkar lantas memberikan apresiasi kinerja pria yang juga menjabat sebagai ketua Kadin bidang investasi dan hubungan luar negeri/PMA untuk Provinsi Banten.Di tengah kesuksesannya, keluarga Hikmat dituding sedang membangun Dinasti Politik di wilayah Banten. Hal itu terungkap setelah adik Ratu Atut, Tubagus Chaeri Wardana ditangkap KPK. Penangkapan itu membuka tabir keterlibatan keluarganya karena jabatan strategis di Banten.Sebelum kasus itu bergulir, Hikmat dikabarkan terkena stroke. Kondisi itu membuat dirinya jarang ke kantor selama beberapa bulan terakhir. Jika memaksakan diri untuk hadir, Hikmat harus dituntun ajudannya untuk tanda tangan kehadiran. Bahkan dikabarkan, penyakit tersebut telah diidapnya sejak dua tahun belakangan.Kini, Hikmat menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan di RSPAD tepat pukul 15.00 WIB tadi. Dia dirawat di RS milik TNI Angkatan Darat tersebut selama satu bulan.

Rekomendasi