Anggara Putra Trisula (APT) sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tabrak lari di halaman SMA Hang Tuah 2, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur pada Selasa (5/11). Bahkan polisi juga memastikan berkasnya segera selesai dan dilimpahkan ke kejaksaan.Namun rupanya Anggara tak ingin sendirian di balik jeruji besi. Pemuda 21 tahun itu balik melaporkan salah satu siswa SMK Hang Tuah 2 berinisial A, yang menjadi pemicu masalah yang terjadi pada Kamis lalu (31/10), di halaman sekolah.Dari pengakuan putra Brigjen Polisi (Purn) Totok S itu, akibat ulah A itu, dia merasa ketakutan dan langsung menginjak gas mobil Honda Jazz bernopol L 177 AY miliknya hingga menabrak puluhan siswa dan guru yang tengah menikmati jam istirahat.Bahkan, akibat insiden tabrakan di halaman sekolah itu, Alif Kurnia Safitri (15), salah satu siswi di SMA Hang Tuah 2, mengalami patah tulang di bagian lengan, jari dan kaki kanannya, serta patah di bagian tulang ekor. Alif terpaksa dirawat intensif di RS Mitra Keluarga, Waru, Sidoarjo.Laporan balik APT ini, dibenarkan Kapolres Sidoarjo, AKBP Marjuki saat dikonfirmasi via telpon selulernya. "Memang yang bersangkutan telah membuat laporan polisi terkait kasus pengeroyokan dan perusakan mobil miliknya. Karena itulah, dia (APT) terpaksa menginjak gas mobilnya dan menabrak siswa-siswa yang tengah istirahat di lokasi kejadian," kata Marjuki, Kamis (7/11).Untuk penetapan status APT sebagai tersangka, kata Marjuki, sudah dilakukan pada haris Selasa lalu, pasca-pemanggilan dan pemeriksaan yang bersangkutan. Saat itu, berkas kasusnya baru saja diterima Polres Sidoarjo dari Polsek Gedangan.Selain itu, mantan Kapolres Jombang ini juga menegaskan, kalau saat ini, kasus APT sudah tahap pengumpulan berkas dan akan segera dilimpahkan ke kejaksaan. "Saat ini, sudah tahap melengkapi berkas untuk dilimpahkan ke kejaksaan," tandasnya.Seperti diketahui sebelumnya, aksi koboi APT itu, pada Kamis, minggu lalu. Saat itu, anak Brigjen Totok S itu, hendak mengantarkan makanan kepada pacarnya, NT, yang menjadi salah satu siswi SMA Hang Tuah.Namun, saat jam istirahat, saat hendak memasukkan mobilnya, dia ditegur satpam agar tidak memasukkan kendaraannya ke area sekolah. Mendapat teguran itu, dia tesinggung dan langsung tancap gas menabrak puluhan siswa dan guru yang tengah menikmati jam istirahat.Akibat insiden itu, Alif Kurnia Safitri (15), siswi SMA Hang Tuah 2, mengalami patah lengan, jari dan kaki kanan serta patah di bagian tulang ekor. Alif terpaksa dirawat intensif di RS Mitra Keluarga, Waru, Sidoarjo.Sementara itu, versi APT, saat diperiksa oleh penyidik di Mapolres Sidoarjo, dia mengaku ketika akan menemui NT, dia ditegur salah satu siswa, yang kemudian berujung pertengkaran mulut. Karena merasa takut dikeroyok beberapa siswa di sekolah tersebut, dia langsung masuk mobilnya dan mengendarai mobil dalam kondisi panik hingga menabrak puluhan siswa dan guru saat jam istirahat.
Tak mau dibui sendiri, anak jenderal penabrak siswa lapor balik
Putra Brigjen itu mengaku dia ketakutan karena ulah seorang anak SMA Hang Tuah berinisial A.
Advertisement
Rekomendasi