Polres Sidoarjo baru bergerak mengusut kasus penabrakan belasan siswa dan beberapa guru di SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari Senin (4/11) kemarin. Padahal, peristiwa itu sudah terjadi sejak Kamis (31/10) lalu. Alasan polisi baru mengusut kasus ini lantaran si pelaku, Anggara Putra Trisula (19), mengalami syok berat. Putra Brigjen Pol (Purn) Totok itu mengaku stres sehingga belum bisa dimintai keterangan."Setelah menabrak, dia stres, syok, makanya nggak bisa langsung diperiksa," kata Kapolres Sidoarjo, AKBP Marjuki, kepada merdeka.com, Selasa (5/11).Sebenarnya, lanjut Marjuki, pihaknya sudah coba meminta pemeriksaan dilakukan hari Jumat. Tapi Anggara mengaku belum siap."Jumat mau diperiksa belum bisa, masih syok, lalu Sabtu Minggu juga belum akhirnya Senin diperiksa. Namanya juga masih anak-anak emosinya juga masih labil," tambahnya.Saat ditanya lambannya proses pemeriksaan pada Anggar karena bapaknya bekas Jenderal Polisi, Marjuki dengan tegas membantah."Sebagai orang tua, bapak Totok menaruh perhatian terhadap kasus ini. Bapaknya sendiri yang antarkan APT ke polisi dan barang bukti mobilnya," tandasnya.Anggara kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia ditahan di Polres Sidoarjo.
Polisi: Pemeriksaan lamban karena Anggara syok berat usai tabrak
Meski anak pensiunan Jenderal Polisi, Marjuki memastikan tidak ada intervensi dalam kasus Anggara.
Advertisement
Rekomendasi