Polisi sudah menahan Anggara Putra Trisula (19), tersangka kasus penabrak belasan siswa dan beberapa guru di SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo, Jawa Timur, pada Kamis (31/10) lalu. Saat diperiksa polisi pada Senin malam kemarin, Anggara mengaku sebenarnya tak berniat melakukan penabrakan itu. "Jadi saat dia ke sana (SMA Hang Tuah 2), dia itu bukan cekcok dengan satpam," kata Kapolres Sidoarjo, AKBP Marjuki, kepada merdeka.com, Selasa (5/11). Pengakuan itu disampaikan Anggara ke penyidik saat diperiksa Senin malam kemarin.Setibanya di sekolah itu, Anggara terlibat cekcok dengan seorang siswa SMA Hang Tuah 2 berinisial A. Saat cekcok itu, A memanggil teman-temannya yang lain."Anggara kemudian takut dan masuk ke mobil," tambahnya.Lantas mobil itu dikerubuti A dan teman-temannya. Mereka menggebuki Honda Jazz yang dikemudikan Anggara dan memintanya keluar menunjukkan batang hidung. "Nah saat itu dia coba maju kan mobilnya tapi nabrak siswa, pas coba mundurin juga nabrak pelajar yang kerubuti mobilnya itu," tambahnya.Tapi Marjuki belum mengetahui pasti apa penyebab A dan Anggara terlibat cekcok. "Kalau itu saya nggak tahu. Itu keterangan yang kita dapat dari tersangka," tandasnya.Saat kasus ini merebak, Anggara disebut-sebut mengamuk lantaran tak diberi izin untuk bertemu kekasihnya, salah satu siswi di sekolah itu. Satpam sekolah melarang Anggara masuk karena bukan siswa di sana.Tak terima dengan teguran si satpam, dengan arogannya Anggara merangsek masuk ke halaman sekolah dengan mobil Honda Jazz nya berpelat L 177 AY, kemudian menabrak beberapa siswa-siswi yang sedang berada di luar kelas.
Anggara berkilah tak sengaja tabrak siswa SMA Hang Tuah 2
Anggara membantah terlibat cekcok dengan satpam karena tak diizinkan masuk ke sekolah kemudian menabrak siswa.
Advertisement
Rekomendasi