5 Guyonan Sutan Bhatoegana di depan Jokowi

Politikus Demokrat ini kerap melawak baik di acara formal atau non formal.

Muhammad Hasits
Oleh Muhammad Hasits - Reporter
5 Guyonan Sutan Bhatoegana di depan Jokowi
Sutan Bhatoegana. ©2012 Merdeka.com

Bukan Sutan Bhatoegana namanya kalau tidak melucu. Politikus Demokrat ini kerap melawak baik di acara formal atau non formal.Seperti saat berkunjung ke Balai Kota dalam rangka kunjungan kerja ke Pemprov DKI Jakarta, Senin (28/10). Sutan terlihat tertawa lepas saat disambut secara khusus oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ). Lantas, mantan wali kota Solo itu mempersilakan Sutan dan anggota Komisi VII lainnya masuk ke ruangan Balai Agung. Setelah itu acara dimulai. Sebagai Ketua Komisi VII, Sutan lantas berbicara maksud kedatangannya ke Balai Kota. Nah, di tengah pembukaan itulah, Sutan kerap kali melontarkan joke-joke yang membuat peserta tertawa, termasuk Jokowi ikut tersenyum. Berikut ini lelucon Sutan di depan Jokowi:

Komisi VII membidangi alam nyata sampai barzah

Saat pertama kali memperkenalkan kerja Komisi VII, Sutan malah menjelaskan dengan guyonan. Menurut dia, Komisi VII yang ia pimpin ini berbeda dengan komisi lain di DPR."Komisi VII beda dengan dengan komisi lain. Komisi-komisi yang lain Komisi I pertahanan, tentang pemerintahan. Tapi Komisi VII menurut saya, pendapat saya, sering saya sampaikan, Komisi VII membidangi alam nyata sampai alam barzah. Jadi luar biasa Komisi VII ini," ujar Sutan menjelaskan ke Jokowi.Mendengar candaan Sutan ini, sebagian hadirin yang hadir dalam pertemuan itu langsung tertawa. Ada juga yang hanya senyum-senyum.

Komisi VII membidangi dari langit sampai bumi

Setelah menjelaskan soal keistimewaan Komisi VII dibandingkan dengan komisi lain di DPR, Sutan kembali menyampaikan hal yang membuat orang tertawa. Kali ini bidang yang ditangani oleh Komisi VII."Pak gubernur jangan kaget, bidang kita ini pak (Jokowi), dari antariksa langit yang paling tinggi, bintang-bintang planet sampai minyak dan gas yang ada di bawah bumi ini, jadi paling tinggi dan paling bawah," ujar Sutan.Jhonny Allen Marbun yang berada di sebelahnya langsung tertawa.

Anggota Fraksi PKS biasanya ada jenggot

Setelah memperkenalkan tentang kerja komisinya, Sutan lantas memperkenalkan anggotanya. Lagi-lagi Sutan memperkenalkan dengan gaya khas yang mengundang gelak tawa."Saya ingin memperkenalkan rombongan kami. Sebelah kanan saya ada Daryatmo (Mardiyanto), Teuku Irwan (Fraksi Demokrat). Dan yang kacamata ini mantan bupati dua kali di Jatim. Beliu katakan kepada saya kalau ada yang empat kali, beliu ini mau bupati seterusnya, tapi dibatasi dua kali. Pak Markum dari Golkar," kata Sutan.Setelah itu, ia memperkenalkan Effendi Simbolon. Kemudian memperkenalkan anggota Fraksi dari PKS."Yang paling ujung biasanya memperkenalkan kawan-kawan pakai jenggotnya, PKS, kali ini jenggotnya hilang, Pak Nurhasan (Zaidi). Kok tiba-tiba hilang (jenggotnya), biasanya ada jenggotnya," ujar Sutan disambut tawa Nurhasan.

Jhonny Allen bisa jinakkan orang

Sutan kemudian memperkenalkan anggotanya yang duduk di sebelah kiri. Pertama kali yang diperkenalkan adalah Jhonny Allen Marbun dari Fraksi Demokrat."Sebelah kiri, ini Pak ini mantan orang DKI, khusus untuk Ragunan ini, salah satu direktur di Ragunan, Pak Jhonny Allen, dokter hewan dari Fraksi Demokrat, memang punya keahlian sendiri," ujarnya. "Kalau di Demokrat bisa menjinakkan orang, kenapa? Binatang saja bisa dijinakkan, kalau pilkada ribut-ribut, Jhonny Allen dikirim," kata Sutan.

Yudha mirip Shahrukh Khan

Ini lebih lucu lagi. Saat memperkenalkan SW Yudha dari Fraksi Partai Golkar, Sutan mengaku sosok Yudha mirip aktor Bollywood. Yang ia maksud adalah Yudha mirip Shahrukh Khan."Sering saya katakan Shahrukh Khan, atau Jaya Kumar. Pak Yudha," ujar Sutan.Sebelum Yudha, Sutan sebelumnya memperkenalkan Siti Romlah. Anggota Fraksi Demokrat itu masuk menggantikan Muhammad Nazaruddin yang di PAW."Orangnya luar biasa. Siti Romlah. Ia yang menggantikan orang top dua tahun lalu, Nazaruddin. Ini orangnya. kalau Nazaruddin waktu dua tahun lalu orang paling top di Indonesia. Kalu pilpres mungkin kepilih," katanya.

Rekomendasi