Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Paku Buwono (PB) XIII meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Solo agar menunda pelaksanaan kirab budaya yang rencananya digelar Senin (28/10) pekan depan menjadi Selasa (29/10). Permintaan penundaan tersebut disampaikan PB XIII melalui juru bicaranya, Begug Purnomosidi, dalam konferensi pers di Sasana Putra, Rabu (23/10) sore."Sinuhun meminta pelaksanaan kirab diundur sehari. Karena menurut perhitungan, akan lebih baik jika dilaksanakan 29 Oktober. Pada dasarnya beliau mendukung setiap langkah yang dilakukan Pemkot Solo demi kebaikan keraton," ujar Begug, didampingi Sinuhun PB XIII, Mahapatih KGPH PA Tedjowulan, KGPH Dipokusumo, KGPH Benowo dan KGPH Madukusumo dan Ketua DPRD Solo, YF Soekasno.Permintaan pengunduran kirab PB XIII tersebut dibuat dalam bentuk surat pernyataan yang ditulis dan ditandatangani Sinuhun. Selanjutnya surat tersebut diterima oleh Ketua DPRD YF untuk disampaikan ke Wali Kota."Saya akan menyampaikan dhawuh (perintah) sinuhun tersebut kepada wali kota Solo. Beliau sebagai pihak yang berwenang menyelenggarakan kirab," katanya.Sebelumnya Pemkot Solo akan menggelar Kirab Mangayubagyo Raja Surakarta PB XIII pada 28 Oktober mendatang. Kirab akan diikuti kerabat keraton, muspida dan ribuan warga. Kirab merupakan tindak lanjut proses mediasi yang diupayakan 4 Oktober lalu. Tujuan kirab untuk mengantarkan raja dan mahapatih agar kembali bertahta sesuai kesepakatan mediasi.
Itung hari baik, PB XIII minta kirab budaya diundur sehari
Rencananya kirab budaya digelar Senin (28/10) pekan depan, diminta diundur menjadi Selasa (29/10).
Advertisement
Rekomendasi