Akil Mochtar pasrah 3 mobil mewahnya disita KPK

Akil bersikukuh tidak menerima suap dari Bupati Gunung Mas Hambit Bintih.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Akil Mochtar pasrah 3 mobil mewahnya disita KPK
Mobil mewah Akil Mochtar disita KPK. ©2013 merdeka.com/henny rachma sari

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) non-aktif, Akil Mochtar mengaku pasrah saat penyidik KPK menyita tiga mobil mewahnya dan surat berharga senilai Rp 2 miliar. Akil mau tidak mau harus menerima penyitaan itu lantaran bagian dari proses hukum kasusnya."Mau gak mau harus terima, kan itu proses hukum," kata Akil seperti ditirukan kuasa hukumnya, Tamsil Sjoekoer, usai menjenguk di Rutan KPK, Jakarta, Rabu (9/10).Tamsil mengatakan saat di dalam rutan dia dan Akil membahas penyitaan sejumlah aset Akil oleh KPK. Menurutnya, Akil menuruti saja penyitaan tersebut."Saya hanya diskusi soal penyitaan. Kan ada penyitaan kemarin itu. Ya namanya disita kita turutin sajalah," ujarnya.Tamsil menambahkan, kliennya bersikukuh tidak menerima suap dari Bupati Gunung Mas Hambit Bintih terkait penanganan sengketa pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Saat itu, lanjut Tamsil, Akil hanya menerima kunjungan dari Chairun Nisa dan Cornelis yang datang ke rumahnya, di Jalan Widya Chandra No 7 Jakarta."Dari awal dia sudah bantah. Dari awal kedatangan tamu. Di teras, dia suruh menyaksikan. Dari awal pak Akil sudah katakan seperti itu," pungkasnya.

Rekomendasi