Mewahnya Hotel Sofitel, tempat 20 pemimpin APEC menginap

Selain sebagai tempat penginapan, hotel ini juga menjadi pusat bertemunya para pemimpin APEC.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Mewahnya Hotel Sofitel, tempat 20 pemimpin APEC menginap
Hotel Sofitel Nusa Dua. ©2013 Merdeka.com

Sebagai tuan rumah perhelatan forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2013, Indonesia mempersiapkan lokasi acara dan penginapan para peserta sebaik mungkin. Salah satu prinsip yang dipegang teguh adalah memberikan kenyamanan kepada seluruh kepala negara yang menghadiri rangkaian kegiatan sejak 1 Oktober lalu.Kawasan Nusa Dua, Bali yang menjadi pusat perhelatan APEC memang menjadi area pariwisata, sehingga dipenuhi banyak hotel berstandar internasional. Namun, panitia memilih Hotel Sofitel sebagai tempat penginapan bagi 20 kepala negara.Hotel ini resmi beroperasi pada 2013 memiliki 415 kamar, termasuk 17 vila, satu ballroom, lima ruang pertemuan, ruang serba guna, tiga restoran, satu bar, lounge dan spa. Tempat penginapan ini memiliki ballroom atas lahan seluas 573 meter persegi.Dengan beralamat di Jalan Camplung Tanduk, Nusa Dua, Bali ini membagi tipe kamar menjadi tiga jenis sesuai luasnya masing-masing, yakni Luxury Room dengan luas kamar 48 meter persegi dan Opera Suite dengan ukuran kamar 88-120 meter persegi.Sementara, 17 Villa yang berada di dalam area hotel memiliki luas mulai dari 88 hingga 420 meter persegi. Itu pun belum termasuk dengan fasilitas yang dimiliki, seperti Wifi, TV flat, ranjang ukuran super besar, ditambah dekorasi yang terlihat mewah dan serba wah.Sementara, hotel ini memiliki kolam renang yang cukup luas yang dibangun di bagian tengah hotel. Para tamu yang menginap di dalam bangunan dengan gaya serba modern ini memiliki akses langsung menuju pantai.Selain sebagai tempat penginapan, hotel ini juga menjadi pusat bertemunya para pemimpin APEC dengan adanya lima ruang pertemuan dan satu ballrom. Salah satunya sempat digunakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) saat menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto, dan Presiden Hongkong, Jasper Tsang.Meski sudah dipakai untuk menjamu para pemimpin dunia, namun hotel ini belum beroperasi secara penuh. Hotel tersebut akan resmi diluncurkan pada Februari 2014 mendatang.

Rekomendasi