MiBuku promosi mutiara Indonesia akan diluncurkan di APEC

Pada hari Kamis besok tanggal 3 Oktober 2013 juga akan dilakukan Peluncuran buku Indonesian South Sea Pearls.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
MiBuku promosi mutiara Indonesia akan diluncurkan di APEC
Cicip Sutardjo. Merdeka.com

Mutiara hasil dari laut Indonesia terus diperkenalkan di dunia. Dalam rangka penguatan branding South Sea Pearl Indonesia di pasar internasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong terbitnya buku Indonesian South Sea Pearls. Untuk itu, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC ke 21 tahun 2013 di Bali tanggal 6-7 September 2013, sebagai bagian dari kegiatan APEC's Women Inspiring Program, pada tanggal 7 September 2013 bertempat di Ayodya Resort, Nusa Dua Bali akan dilakukan Pre Launching Indonesian South Sea Pearls Book yang ditulis Ibu Ingrid Mutiara Sutardjo dan Nunik Anurningsih. Acara ini dihadiri Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Linda Amalia Sari Gumelar dan Kimora Lee Simmons serta 21 Kepala Delegasi dan Delegasi Wanita APEC setingkat Menteri Sektoral atau pejabat tinggi. Sebagai rangkaian kegiatan Indonesian Pearl Festival 2013, pada hari Kamis besok tanggal 3 Oktober 2013 juga akan dilakukan Peluncuran buku Indonesian South Sea Pearls.Indonesia merupakan penghasil South Sea Pearls (SSP) yang berasal dari kerang Pinctada maxima baik dari alam maupun hasil budidaya. Sentra pengembangan Pinctada maxima di Indonesia tersebar di beberapa daerah yaitu Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.


Mutiara SSP Indonesia memiliki keunikan, berupa warna maupun kilaunya yang mempesona dan abadi sepanjang masa, sehingga sangat digemari di pasar internasional, dan biasanya diperdagangkan dalam bentuk loose dan jewelery. "Pada Nopember 2013, akan diselenggarakan Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF) 2013 di kawasan Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Acara ini diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ASBUMI dan KKP sekaligus peresmian Rumah Mutiara Indonesia serta lelang mutiara yang diikuti para buyers dari dalam dan luar negeri," Menteri KKP, Sharif Cicip Sutardjo di Jakarta, seperti ditulis Antara, Rabu (2/10).Sharif menambahkan, nilai perdagangan mutiara masih dapat ditingkatkan dengan cara mengembangkan dan memperkuat program perbaikan kualitas mutiara, penguatan branding dan mekanisme pemasaran. Di antaranya melalui promosi intensif seperti kegiatan Indonesian Pearl Festival 2013 sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing mutiara Indonesia dan meningkatkan kinerja ekspor mutiara Indonesia. Apalagi dari segi volume, Indonesia merupakan produsen South Sea Pearl terbesar di dunia dengan memasok 43% kebutuhan dunia, sedangkan dari sisi nilai perdagangan Indonesia menempati urutan ke-9 dunia dengan nilai ekspor US$29,5 juta atau 2,07% dari total ekspor seluruh jenis mutiara di dunia yang mencapai US$1,4 miliar, di bawah Hongkong, China, Jepang, Australia, Tahiti, USA, Swiss dan Inggris. "Negara tujuan ekspor mutiara Indonesia adalah Jepang, Hongkong, Australia, Korea Selatan, Thailand, Swiss, India, Selandia Baru dan Perancis," tutupnya.

Rekomendasi