Zaenal dipasung & dikarungin 5 hari oleh 2 orang ngaku aparat

Saat kejadian seluruh warga kampung tahu, namun tak ada yang berani membantu maupun melerai.

Dwi Prasetya
Oleh Dwi Prasetya - Reporter
Zaenal dipasung & dikarungin 5 hari oleh 2 orang ngaku aparat
ilustrasi. merdeka.com/dok

Zaenal (30), warga Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, dipasung selama lima hari dan dianiaya oleh dua orang yang mengaku aparat. Korban kini menjalani perawatan di RSUD Serang, akibat mengalami sejumlah luka-luka di tubuh.Korban yang kini dirawat di RSUD Serang, mengalami patah tulang di tangan kiri, pelipis mata kanan pecah, pinggul memar dan luka memar di wajah. Berdasarkan keterangan korban, penganiayaan terjadi pada Minggu (15/9) lalu. Saat itu korban sedang membuka aliran irigasi untuk mengairi sawah. "Tiba-tiba dia datang (pelaku), dan marah-marah tidak jelas. Karena khawatir terjadi apa-apa akhirnya saya pulang ke rumah. Tetapi rupanya pelaku bersama temannya mengejar dan mendatangi rumah saya," kata Zaenal, di ruang perawatan RSUD Serang, Jumat (20/9).Sesampainya di rumah, kedua orang tersebut memukul dirinya dengan sejumlah benda tumpul hingga terkapar. Kemudian, kedua pelaku langsung menyeretnya ke sebuah gubuk kecil yang jauh dari perkampungan dan mengurungnya dalam sebuah karung dengan kaki dipasung. "Dari hari Minggu sampai Kamis saya dikarungin dan dipasung tanpa diberi makan oleh pelaku," tutur Zaenal.Hingga kini, Zaenal tidak mengetahui kesalahannya, hingga dirinya menjadi korban penganiayaan dua orang tersebut.Sementara itu, orangtua korban, Mulyanah (55) mengatakan saat kejadian seluruh warga kampung tahu, namun tak ada yang berani membantu maupun melerai."Semua orang juga tahu, tapi enggak ada yang berani, karena dua orang itu juga mengancam akan memukul siapa saja yang melepaskan Zaenal," kata Mulyanah.Zaenal dapat dilepas dari pasungan setelah pihak keluarga melaporkan hal tersebut ke Koramil dan Polsek Padarincang. Dan hingga kini dirinya belum berani membuat laporan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian."Masih bingung juga mau lapor atau tidak, karena belum bermusyawarah lagi," tandasnya.

Rekomendasi