Kerusuhan antar narapidana di Rutan Salemba pecah pada Kamis (19/9) malam kemarin. Penghuni di blok H terlibat baku hantam dengan penghuni di blok D Rutan Salemba. Akibat kejadian itu, 6 orang napi luka dan satu di antaranya kritis."Korban kritis dibawa ke RS Polri karena mengalami luka yang cukup parah," ujar Kepala Rutan Salemba, Samsul Hidayat saat ditemui di kantornya, Jumat (20/9).Bentrokan kedua blok itu itu juga jadi tontonan penghuni blok lainnya. Apesnya, penghuni blok A yang hanya menonton ikut menjadi sasaran kemarahan kedua blok yang bertikai. Bahkan korban parah justru berasal dari Blok A yang hanya menonton kerusuhan.Sebelumnya, menurut Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Fitria Mega, kejadian rusuh tersebut terjadi pada petang kemarin. "Kejadian kemarin malam sekitar pukul 18.30 WIB. 6 Orang luka satu di antaranya luka serius," ujar Kapolsek Cempaka Putih Kompol Fitria Mega kepada merdeka.com, Jumat (20/9).Menurut Fitria, satu napi yang dilaporkan kritis itu kini dirawat di RS Kramat Jati, Jakarta Timur. Sedangkan lima napi lainnya hanya dirawat di klinik setempat."Perkelahiannya pakai senjata tajam, satu orang di bawa ke RS Kramat Jati karena luka parah, 5 orang lainnya di bawa ke klinik setempat," terangnya.Berikut nama korban-korban di Rutan Salemba:1. T, dari blok H luka sayat di dada kiri
2. F, dari blok H luka sobek di bahu kanan atas
3. GM, dari blok H luka tusuk di pinggang kanan belakang
4. RU, dari blok A luka di punggung kiri belakang
5. A, dari blok A luka pinggang kanan
6. EJ, dari blok A luka sayatan di kening, bahu kiri dan di kepala (dirawat di RS Polri).