Panglima TNI Jenderal Moeldoko kerap bersuara lantang jika mendengar ada anak buahnya bertindak nakal. Ia tak segan-segan akan menghukumnya.Suara lantang Moeldoko ini tidak saja saat menjadi Panglima TNI sekarang ini. Jenderal asal Kediri ini saat menjadi Kepala Staf TNI juga melakukan hal sama.Setelah menjadi Panglima TNI menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono , suara Moeldoko makin lantang. Ia akan memecat prajuritnya jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.Berikut ini gertakan Moeldoko kepada prajuritnya:
Advertisement
Habisi prajurit yang nakal
Panglima TNI Jenderal Moeldoko berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan kepada objek-objek vital milik negara. Jenderal bintang empat ini berjanji akan menindak bawahannya yang terlibat dalam praktik gelap seperti pencurian minyak.Prinsipnya, kalau ada prajurit nakal, apalagi mengganggu pemerintah, kita habisi, ujar Moeldoko usai audiensi dengan Menteri ESDM Jero Wacik di Gedung Kementerian ESDM, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (10/9) lalu.Moeldoko mengaku sering mendapat keluhan dari Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, soal adanya personel TNI dalam pencurian minyak. Bu Karen menyampaikan, persoalan tapping (pencurian) tidak selesai. Akhirnya saya turunkan Raider, seminggu selesai. Kita sudah selesaikan infrastruktur tapping-tapping itu, kata dia.Lebih lanjut, Moeldoko menegaskan tidak akan segan menumpas pelaku pencurian minyak meski dilakukan oleh anggotanya sendiri. Mungkin selama ini TNI ragu-ragu. Tapi bagi saya, selama menyangkut kepentingan nasional, akan kita berantas, katanya.
Advertisement
Embat anggota TNI
Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan, jika ada anggota TNI yang terlibat tindak pidana, maka harus disikat. Moeldoko tidak main-main dengan sanksi yang akan diberikan oleh anggotanya yang melanggar hukum.Pokoknya salah diberesin. Ya diembat dong, tegasnya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (18/9).Moeldoko tampak tak tedeng aling-aling akan memberi hukuman bagi siapa saja anggota TNI yang bersalah. Salah ya tindak dihukum. Kalau dia dipidana, ya masuk penjara gitu, ujarnya.Moeldoko sendiri mengaku hingga saat ini belum tahu ada kasus penyekapan di Taman Sari yang diduga melibatkan anggota TNI. Jika terbukti, Moeldoko tak segan-segan akan memberhentikan secara tidak terhormat anggota TNI tersebut.Saya belum mendalami, tapi saya mengikuti, dalam investigasi. Jadi prinsipnya itu saja, tindakan keras ke dalam, katanya.Sebelumnya, polisi melakukan penggerebekan lokasi penyekapan dua orang pria di Olimo, Jakarta Barat, Rabu (18/9) dini hari. Dalam penggerebekan itu diamankan seorang anggota TNI yang diduga sebagai pelaku penyekapan.
Advertisement
Bersihkan ormas berseragam ala TNI
Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga bertekad menjaga nama baik TNI. Karena itu ia memerintahkan anggotanya untuk menindak tegas organisasi masyarakat (ormas) yang menggunakan seragam ala TNI.Saya sudah instruksikan (pada prajurit) untuk dibersihkan. Tidak boleh seperti itu (ormas menggunakan seragam ala TNI), kata Jenderal Moeldoko , usai Sertijab panglima TNI, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (4/8).Moeldoko mengatakan, dalam undang-undang disebutkan ormas dilarang menggunakan seragam atau atribut yang sama dengan lembaga pemerintahan. Namun demikian, pihaknya mengaku akan tetap menggunakan cara-cara persuasif dalam melakukan penertiban.Pasti kita akan lakukan tindakan persuasif pada awalnya, kalau tidak bisa baru represif, tegas mantan Kasad TNI ini.
Advertisement
Tidak ada yang main-main
Dan terakhir, Moeldoko pernah bersuara keras saat menjadi Kasad. Ia saat itu berjanji akan menindak tegas anggota TNI nakal.Bahkan Moeldoko sudah melakukan evaluasi internal terkait anak buahnya yang terlibat kriminal. Dia akan meninjau kembali sistem pendidikan TNI yang sudah dijalani saat ini.Kita sudah mengevaluasi internal ya, segera akan saya lihat kembali apakah ada proses pendidikan yang kurang baik atau kurang benar, ini perlu penelitian. Akan kita evaluasi untuk pembenahan ke depan, tandas Moeldoko di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (20/5).Moeldoko mengatakan proses hukum akan ditempuh jika anak buahnya terlibat aksi kriminal. Sebab dia tidak menginginkan adanya diskriminasi dalam hukum. Pendekatannya proses hukum, katanya.Terkait pengadaan alutsista, Moeldoko akan transparan. Sehingga publik mengerti bahwa tidak ada permainan terhadap dana pembelian yang sudah disiapkan pemerintah. Tidak ada lagi istilahnya, ini orangnya Moeldoko atau siapa, ini tidak ada lagi, harus terbuka semuanya. Tidak ada lagi yang main-main, ujarnya.