Polisi temukan kejanggalan pencurian emas di Museum Gajah

"Lemari kalau dibongkar paksa harusnya rusak, namun itu tidak rusak," ujar Kombes Rikwanto.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Polisi temukan kejanggalan pencurian emas di Museum Gajah
Museum Gajah. ©2013 Merdeka.com/Yulistyo Pratomo

Rekonstruksi mini terkait hilangnya empat artefak di Museum Nasional atau Museum Gajah telah dilakukan penyidik Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya. Dalam reka ulang tersebut penyidik menemukan beberapa kejanggalan.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menjelaskan, beberapa kejanggalan yang ditemukan seperti tidak adanya jejak kejahatan pada pintu lemari yang menjadi tempat penyimpanan artefak."Lemari kalau dibongkar paksa harusnya rusak, namun itu tidak rusak," ujar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/9).Terkait temuan kejanggalan tersebut, penyidik menarik kesimpulan tentang modus operandi yaitu kemungkinan lemari tidak dikunci atau ada pihak yang sengaja membuat duplikat kunci."Sekarang sedang diselidiki kapan dan oleh siapa kunci lemari diserahterimakan," tuturnya."Penyidik juga fokus pada beberapa hal diantaranya pemegang kunci dan sekuriti yang berjaga di tempat penyimpanan artefak," tambahnya.Untuk menemukan titik terang, hingga saat ini penyidik telah memeriksa 45 saksi terkait kasus tersebut. "Sudah 45 saksi yang diperiksa," tandas Rikwanto.Sebelumnya, empat artefak berlapis emas dari abad ke-IX berupa lempengan Naga Mendekam, Bulan Sabit Beraksara, Wadah Bertutup Cepuk, dan Harihara dilaporkan hilang pada Rabu (11/9).

Rekomendasi