Sekitar pukul 13.50 WIB, Senin (16/9), pemakaman pimpinan Majelis Rasulullah Habib Munzir Al Musawa di Kalibata telah usai. Prosesi pemakaman berlangsung sekitar satu jam. Namun, para jemaah terus berdatangan ke makam untuk mendoakan Habib Munzir.Anto (38), salah satu jemaah Majelis Rasulullah yang baru datang dari tempat rumahnya di Otista, Jakarta Timur mengatakan, dia sengaja datang ke pemakaman untuk mengantarkan Habib Munzir ke peristirahatan terakhir. Menurutnya, Habib Munzir adalah sosok ulama yang bisa diterima banyak kalangan. Maka menurutnya pemakamannya akan terus dikunjungi dan tetap ramai meski prosesi pemakamannya sudah usai."Ceramah-ceramahnya bisa menenangkan hati jemaah yang mendengarkan. Anjuran ajarannya lintas kalangan, dari yang bujangan hingga yang sudah berkeluarga, karena isi ceramahnya lebih banyak pada solusi-solusi persoalan hidup," kata Anto kepada merdeka.com di pelataran masjid At-Taubah yang satu komplek dengan pemakaman, Senin (16/9).Pria yang aktif di Majelis Ratib Dzikir Arrahman, Otista ini juga menyebut, Habib Munzir dengan Majelis Rasulullah adalah trend setter majelis pengajian yang ada DKI Jakarta yang langsung mencuat dan langsung banyak peminatnya yang kemudian disusul oleh majelis-majelis pengajian lainnya. Dia berharap, keberadaan dan keberlanjutan Majelis Rasulullah bisa terus berjalan untuk membimbing umat."Meski sudah ditinggal Habib Munzir, idealnya kegiatan majelis harus tetap jalan. Mudah-mudahan saja ada penggantinya," ujar Anto lebih lanjut.Pantauan merdeka.com, meski prosesi pemakaman sudah usai, massa yang belum masuk ke area pemakaman juga mencoba masuk pemakaman. Massa yang rata-rata berkopiah putih dan berjaket hitam yang bertuliskan Majelis Rasulullah masih memadati area pemakaman sampai saat ini. Namun tidak sepadat saat jenazah dibawa ke area pemakaman.
Pemakaman usai, jemaah Majelis Rasulullah terus berdatangan
Mereka melantunkan doa di makam Habib Munzir Al Musawa.
Advertisement
Rekomendasi