Habib Munzir di mata SBY: Ulama arif ingin Indonesia religius

SBY mengaku mengenal Habib Munzir cukup baik.

Islahudin
Oleh Islahudin - Reporter
Habib Munzir di mata SBY: Ulama arif ingin Indonesia religius
Maulid Nabi Muhammad SAW. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Ibu Ani Yudhoyono, melayat jenazah Habib Munzir Almusawa, di kediamannya di Kompleks Liga Mas, Pancoran, Jakarta Selatan. SBY dan Ibu Negara berada di rumah duka selama 20 menit.Usai melayat, SBY menyampaikan sedikit pidatonya di depan pintu gerbang rumah soal sosok Habib Munzir."Innalillahi. Hari ini kita berduka atas dipanggilnya almarhum oleh Allah, ulama yang kita cintai. Atas nama negara kita berduka sedalam-sedalamnya," kata SBY, Senin (16/9).Di mata SBY, pimpinan Majelis Rasulullah itu adalah sosok ulama muda yang pandangan-pandangannya memberikan kedamaian dan kontekstual dengan masalah bangsa. SBY juga menuturkan pengalamannya bertemu dengan Habib Munzir, terutama setiap perayaan Maulid Nabi, di kawasan Monas, yang selalu dipenuhi ratusan jamaah."Pandangannya teduh dan jernih. Beliau adalah sosok ulama muda yang arif, nasihatnya sesuai dengan kebutuhan, bertutur kata yang baik dan sifat-sifat terpuji lainnya, beliau juga ingin agar Indonesia menjadi negara yang lebih religius," ujar lanjut SBY.SBY berpesan agar jemaah Majelis Rasulullah meneruskan cita-cita Habib Munzir. "Semoga amal ibadahnya diterima di sisinya. Bagi keluarga semoga tabah. Agar diteruskan oleh anak-anak beliau. Jamaah ini harus terus berjalan, memberikan teladan bagi rakyat Indonesia dan dunia," pesan SBY.Usai memberikan sambutannya, SBY dan Ibu Ani bergegas meninggalkan rumah duka.Selang beberapa menit kemudian, setelah selesai dimandikan, jenazah Habib Munzir dibawa menggunakan ambulans milik RSCM, ke Masjid Al Munawar diiringi konvoi motor ratusan jemaahnya.Habib Jindan, kerabat Habib Munzir meminta jemaah tertib. "Allah tidak meridhai pengulangan salat jenazah. Jadi kalau salat jenazah silakan di masjid saja. Mohon pengertian, ini saat-saat terakhir yang dibutuhkan Habib Munzir. Jangan berdesak-desakkan, berteriak, apalagi nekat mendekati jenazah. Hingga menimbulkan kekurangan ajaran yang dibenci Allah," pesan Habib Jindan.

Rekomendasi