Habib Munzir akan dimakamkan setelah Zuhur

Rencananya besok jenazah akan disalatkan dulu di Masjid Al Munawar, setelah Zuhur baru dimakamkan.

Dharmawan Sutanto
Oleh Dharmawan Sutanto - Reporter
Habib Munzir akan dimakamkan setelah Zuhur
Jokowi Dzikir. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Jenazah pemimpin Majelis Rasulullah, Habib Munzir bin Fuad Almusawa malam ini disemayamkan di rumah duka di Jalan Pancoran Indah I, Pangadegan, Jakarta Selatan. Rencananya besok siang, jenazah habib kelahiran Cianjur ini akan dimakamkan."Rencananya besok disalatkan dulu di Masjid Al Munawar, setelah Zuhur baru dimakamkan," ujar salah seorang pengurus majelis Rasulullah yang enggan disebutkan namanya di rumah duka, Minggu (15/9) malam.Namun hingga kini pihak keluarga belum memutuskan di mana Habib Munzir akan di makamkan. "Soal di mana dimakamkan belum ada keputusan," ujarnya.Sebelumnya, Habib Munzir wafat di RSCM sekitar pukul 15.30 WIB. Habib Munzir merupakan anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa dan Rahmah binti Hasyim Almusawa. Masa kecilnya dihabiskan di daerah Cipanas, Jawa barat bersama-sama saudara-saudaranya, Ramzi, Nabiel Al-Musawa, serta Lulu Musawa. Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas, Habib Munzir mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma'had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bahasa arab di LPBA Assalafy Jakarta Timur. Dia memperdalam lagi Ilmu Syari'ah Islamiyah di Ma'had Al Khairat, Bekasi Timur, yang di pimpin oleh Habib Naqib bin Muhammad bin Syehk Abu Bakar bin Salim. Pada tahun 1994 Habib Munzir memperdalam ilmu syari'ah di Yaman. Di sana ia mendalami ilmu fiqh, ilmu tafsir Alquran, ilmu hadits, ilmu sejarah, ilmu tauhid, ilmu tasawwuf, mahabbaturrasul, ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.Habib Munzir Al-Musawa kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah dengan mengunjungi rumah-rumah, duduk dan bercengkerama dg mereka, memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan. Atas permintaan mereka maka mulailah Habib Munzir membuka majelis, jumlah hadirin sekitar enam orang, dia terus berdakwah dengan menyebarkan kelembutan Allah SWT, yang membuat hati pendengar sejuk. Hingga kini pengikut Habib Munzir telah mencapai ribuan orang di Ibu Kota Jakarta.

Rekomendasi