Organisasi lingkungan global (WWF) bersama tim monitor lapangan menemukan tulang belulang gajah di Kabupaten Pelalawan, Sektor Baserah, Pekanbaru. Lokasi tepatnya berada di kawasan hutan konsesi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri bubur dan kertas."Tim lapangan menemukannya pada Minggu pasi (8/9)," kata Humas WWF Riau Syamsidar, di Pekanbaru. Demikian dikutip Antara, Selasa (10/9).Tim menduga gajah tersebut telah mati sejak lebih sebulan lalu. Diperkirakan tulang belulang itu milik gajah betina dewasa yang seharusnya telah siap menghasilkan keturunan.Sebenarnya, lanjut Syamsidar, penemuan tulang belulang itu ditemukan secara tak sengaja oleh tim yang sedang melakukan monitor di lapangan. Penyebab kematian gajah malang itu sedang diselidiki."Belum diketahui penyebab kematian gajah dewas tersebut. Ketika ditemukan tulangnya sudah berserakan di lokasi," katanya.Syamsidar menjelaskan, penemuan bangkai gajah kali ini menambah rentetan panjang daftar kematian gajah yang misterius."Sepanjang 2013 ini, dengan temuan ini, maka sudah empat gajah yang mati. Tiga sebelumnya ditemukan pada Mei 2013," katanya.Untuk tiga bagkai gajah yang ditemukan sebelumnya itu, kata dia, dari hasil autopsi mengindikasikan penyebab kematiannya karena diracun. Tim otopsi menemukan zat racun tikus pada lambung bangkai gajah-gajah itu, sehingga juga patut diduga ada kesengajaan untuk membunuhnya.
Tulang belulang gajah berserakan di Pelalawan, Pekanbaru
Diduga gajah tersebut mati karena diracun. Dari ciri-cirinya tulang belulang itu gajah berjenis kelamin betina.
Advertisement
Rekomendasi