Metamorfosis Rudi: Dari KA ekonomi ke Moge, Badminton ke Golf

Pada Lebaran kemarin dia memilih naik kereta api ekonomi bersama keluarganya ketika mudik ke Tasik. Ternyata...

Mohamad Taufik
Oleh Mohamad Taufik - Reporter
Metamorfosis Rudi: Dari KA ekonomi ke Moge, Badminton ke Golf
Rudi Rubiandini ditahan KPK. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Rudi Rubiandini selama ini dikenal sebagai orang baik dan jujur. Setidaknya itu diyakini pegawai penghuni kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Dia belum pernah terjerat kasus korupsi, dan relatif bersih sebelum menjabat sebagai Kepala SKK Migas.Mantan Wakil Menteri ESDM selama 8 bulan dari 14 Juni 2012-15 Januari 2013 yang menggantikan Widjajono Partowidagdo , itu juga dikenal sebagai pribadi sederhana. Misalnya, dia pada Lebaran kemarin memilih naik kereta api ekonomi bersama keluarganya ketika mudik, pulang ke rumahnya di Tasikmalaya, Jawa Barat.Jebolan ITB itu juga tidak memiliki penampilan serba wah. Dia awalnya hanya tercatat sebagai seorang akademisi dan staf ahli di kementerian ESDM dengan hobi olahraga sederhana, badminton.Namun siapa sangka, dari penampilan yang sederhana itu, diam-diam sepak terjang Rudi diendus oleh Komisi Anti Korupsi (KPK) karena diduga hendak transaksi suap. Benar saja, ketika bukti cukup, komisi antirasuah mencokok Mantan Deputi Pengendali Operasi BP Migas itu di rumahnya. Dia tertangkap tangan menerima suap sekitar USD 700 ribu dollar.Dia juga terbukti menerima suap dalam bentuk motor gede (Moge) BMW. Ironis, sebelumnya Rudi dikenal sederhana ketika naik kereta api ekonomi, ternyata dia menerima suap Moge BMW mewah. Dalam kasus suap itu, KPK juga menangkap Deviardi alias Ardi, pelatih golf Rudi. Ardi juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.Ardi diduga sebagai perantara antara Rudi dengan Simon Tanjaya, si penyuap yang berkaitan dengan kewenangan Rudi di SKK Migas. Rudi sering berlatih golf kepada Ardi itu. Jabatannya sebagai Wamen ESDM dan Kepala SKK Migas agaknya membuat hobinya berubah, dari sekadar badminton menjadi bermain golf. Rudi Rubiandini , lahir di Tasikmalaya pada 9 Februari 1962. Awalnya dia seorang akademisi dan pengamat perminyakan di Indonesia. Suaranya lantang menyebut kasus semburan Lumpur di Porong Sidoarjo sebagai kesalahan Lapindo. Dia mendapatkan gelar S1 Teknik Perminyakan di ITB pada 1985, lalu pada 1991 mendapat gelar doktor dari Technische Universität Clausthal, Jerman.Karir akademis Rudi juga terbilang moncer. Dia pernah menjadi Sekretaris Jurusan Teknik Perminyakan ITB pada 1995-1998, menjadi General Manager Sasana Olahraga Ganesha ITB pada 2001-2005, menjadi Direktur Penerbit ITB pada 2005-2006, Direktur Utama PT LAPI-ITB pada 2006-2007 dan Direktur Operasi dan Keuangan PT LAPI ITB pada 2007-2010 lalu.Pada 2009-2010 dia pernah menjabat sebagai Penasihat Ahli Kepala BP Migas, kemudian pada 2010 menjabat Wakil Ketua TP3M kementerian ESDM, menjabat Corporate Secretary BP Migas pada 2010-2011, Deputi Pengendali Operasi BP Migas pada 2011-2012, Wamen ESDM pada 2012-2012 dan terakhir menjabat SKK Migas pada Januari 2013 lalu.Itulah metamorfosis Rudi, dari akademisi, wakil menteri, sampai jabatan strategis sebagai kepala SKK Migas. Dari naik kereta ekonomi, sampai menerima suap Moge BMW, lalu dari hobi main badminton sampai belajar main golf. Terakhir Rabu kemarin Rudi ditetapkan sebagai tersangka, lalu dibui.

Rekomendasi