Konflik antara kelompok Syiah dan Sunni di Sampang, Madura, Jawa Timur, membuat warga Syiah terusir dari kampung halamannya sendiri. Setelah sekian lama berada di pengungsian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginginkan agar pengungsi sampang segera bisa kembali ke kampung halamannya di Desa Karanggaram, Kecamatan Omben dan Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang, Sampang.
"Bapak presiden tidak menyebutkan soal waktu, hanya meminta supaya ada rekonsiliasi dan para pengungsi bisa segera kembali ke kampung halaman masing-masing," ujar Menteri Agaman Suryadharma Ali saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/8).
Menteri agama menuturkan, kepala negara yakin proses rekonsiliasi pengungsi sampang bisa berjalan lancar. Keyakinan tersebut diperoleh setelah SBY melakukan kunjungan ke Jatim dan bertemu dengan ulama-ulama Madura.
"Kita lihat ada semangat kekeluargaan yang besar. Dari semangat kekeluargaan besar ini melihat potensi rekonsiliasi besar," katanya.
Ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini melihat, semangat rekonsiliasi dari ulama Madura dan ulama sampang didasari ikatan darah antara mereka.
"Kedua belah pihak sepakat rekonsiliasi dan kedua belah pihak sepakat melakukan pencerahan dan penyamaan persepsi," ucapnya.
Dia menambahkan, jika proses rekonsiliasi sudah terwujud, semua pengungsi sampang dijamin bisa kembali ke kampung halamannya dengan aman. "Ya kalau rekonsiliasi dalam arti yang sesungguhnya bisa tercapai," imbuhnya.