Kata DPR Pantura diperbaiki terus, tapi kok rusak melulu?

DPR menyebut jalan sepanjang 1.336 km ini kerap rusak karena dilalui alat-alat berat.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Kata DPR Pantura diperbaiki terus, tapi kok rusak melulu?
Pantura. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin Mohamad Said membantah jika perbaikan jalur Pantura dilakukan hanya setiap satu tahun sekali jelang lebaran. Dia menegaskan, bahwa perbaikan jalur Pantura dilakukan setiap saat dan bertahap.Muhidin menjelaskan, 1.336 km panjang jalur Pantura menjadikan banyak problem dalam melakukan perbaikan di jalan ini. Namun sesungguhnya, kata dia, pemerintah dan DPR selalu melakukan perbaikan dan perawatan setiap saat untuk Pantura."1.336 km problemnya tiap lebaran perbaikan. Sesungguhnya berlangsung terus, karena namanya jalan begitu selesai, tahun depan harus dipelihara, cuma mungkin tata caranya yang perlu jadikan jalan keluar,"Menurut dia, jalur Pantura yang sering dilalui oleh kendaraan-kendaraan besar dan berat membuat jalan Pantura kerap kali rusak. Sehingga butuh dilakukan betonisasi untuk meminimalisir kerusakan setiap tahunnya.Akan tetapi, kata dia, betonisasi menghabiskan biaya hingga 6 kali lipat lebih besar ketimbang melakukan perbaikan dan perawatan dengan menggunakan aspal."Kalau seperti Pantura yang begitu besar frekuensi kendaraan kepadatan dan beban tinggi, harus di rigit harus dibeton, konsekuensinya biaya, bisa 5-6 kali dari aspal," lanjut dia.Politisi asal Partai Golkar ini juga membantah jika perbaikan yang dilakukan selama ini di jalur Pantura hanya itu-itu saja. Menurut dia, perbaikan atau betonisasi dilakukan secara bertahap. Setiap tahun, lanjut dia, setidaknya ada 1/6 jalur Pantura yang dilakukan betonisasi."Ini baru 200 KM sampai saat ini, bahwa yang menjadi ttik berat itu harus di rigit berapa pun harus kita kerjakan jangan hanya tambal sulam, perlu dilakukan evaluasi komprehensif," ujarnya.

Rekomendasi