Kalau dipecat SBY, Mensos Salim Segaf mau jadi guru saja

PKS menolak menyetujui kenaikan BBM. Menteri asal PKS ini pun tak akan sakit hati jika dipecat.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Kalau dipecat SBY, Mensos Salim Segaf mau jadi guru saja
Salim Segaf Al-Jufri . ©2013merdeka.com/m. luthfi rahman

Partai Keadilan Sejahtera memilih berseberangan dengan Setgab soal kenaikan bahan bakar minyak. PKS menolak BBM dan BLSM. Menteri Sosial Salim Segaf Aljufrie mengaku pasrah apapun keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas konsekwensi pembangkangan PKS ini."Kan memang dari awal saya ini bukan apa-apa. Kalau diberhentikan maka saya akan kembali ke habitat lama yakni menjadi seorang guru atau dosen. Karena dari sanalah saya berasal," kata Salim di Makassar, Minggu (24/6).Menurut Salim, walau PKS menolak kenaikan BBM, namun dirinya mendukung BBM naik. Sebagai menteri, jabatannya adalah pembantu presiden. Apapun keputusan pemerintah, harus didukung."Saya selaku menteri tidak lain adalah pembantu presiden dan mengenai partai itu akan kami bicarakan secara internal. Yang jelas, sebagai pembantu presiden saya akan tetap bekerja semaksimal mungkin karena memang merupakan amanah yang harus dilaksanakan. Jabatan yang saya pegang saat ini bisa datang dan pergi kapanpun. Itu hanya titipan," ucapnya.Menurutnya, jika Presiden SBY mengambil suatu keputusan dengan memberhentikan dirinya dari jabatan Menteri Sosial akan diterimanya dengan lapang dada tanpa harus merasa sakit hati.Dirinya menegaskan tidak akan kecewa dengan keputusan apapun yang akan diambil oleh presiden dalam menentukan sisa masa jabatan.

Rekomendasi