Hujan belum berhenti saat para pengungsi Syiah dari Sampang tiba di Rusun lokasi penampungan Puspa Agro Jumundo, Taman, Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka pun mengalami sakit, bahkan ada anak-anak yang juga ikut sakit.Mereka yang tiba-tiba sakit saat berada di lokasi, puluhan orang dewasa, termasuk ibu-ibu dan anak-anak, langsung dibawa ke ruang perawatan posko kesehatan yang disediakan di area lokasi penampungan.Bahkan, tangis anak-anak dan remaja putri, juga masih belum berhenti. Tangis mereka masih memecah kerasnya suara guyuran hujan dan riuhnya suara pengungsi.Dalam kondisi kepanikan, tiba-tiba seorang pemuda, yang diketahui sebagai anak korban tewas saat kerusuhan tahun lalu, M Resim alias Hamamah, berdiri dan berorasi dengan suara lantang, yang kemudian disambut kalimat salawat dari para pengungsi.Pemuda yang diketahui bernama Muh Zaini itu, mengatakan bahwa mereka tidak ingin dipindah dari pengungsian GOR Sampang. "Kami tidak ingin di sini (pengungsian Puspa Agro), kami dipaksa oleh Pemkab Sampang. Kami menolak direlokasi," teriak dia yang kembali disambut salawat.
\r\nTiba di penampungan baru, pengungsi Syiah banyak yang sakit
"Kami tidak ingin di sini (Puspa Agro), kami dipaksa oleh Pemkab Sampang. Kami menolak direlokasi," pekik Zaini.
Rekomendasi