Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) mengomentari ucapan Seskab Dipo Alam yang berbau SARA ketika membela Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). JK menilai, hal tersebut wajar dilakukan Dipo karena tugas seorang bawahan."Anak buah (Dipo) kalau tidak bela atasan (SBY) ya bukan anak buah," ujar JK di kantor Dewan Masjid Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).Namun demikian JK menambahkan, urusan SARA dia kembalikan lagi ke Dipo. "Urusan SARA itu urusan dia (Dipo)," katanya.Pada kesempatan sama, JK juga mengomentari soal pemberian penghargaan (award) dari The Appeal of Conscience Foundation (ACF) asal Amerika Serikat kepada SBY. Menurut JK, itu seharusnya ditanggapi secara positif. Apalagi, dia melanjutkan, penghargaan bukan hanya untuk SBY, melainkan untuk Bangsa Indonesia. Lalu apakah JK dukung SBY dapat award? "Saya tidak mengatakan layak tetapi semua buat Indonesia," jawabnya singkat.Seperti diketahui, sentimen Islam dan non-Islam Dipo Alam bermula dari kicauannya di Twitter. Di media sosial Dipo membela SBY atas kritik Franz Magnis-Suseno, pastor yang juga Guru Besar Filsafat STF Driyarkara.Dalam suratnya kepada ACF, Franz mengkritik kepemimpinan SBY yang dia nilai telah abai terhadap kekerasan terhadap kaum minoritas Ahmadiyah dan Syiah."Konflik intra Islam sudah ada sejak dulu, tidak perlu dibesarkan isu minoritas ditindas mayoritas. Yang kita tentang adalah tindak kekerasan," kata Dipo membela SBY lewat akun Twitter-nya, @dipoalam49.Nah, dalam kicauan selanjutnya barulah Dipo mulai menyinggung latar belakang Franz Magnis yang non-muslim."Masalah khilafiyah antar umat Islam di Indonesia begitu banyak, jangan dibesarkan oleh yang non-muslim seolah simpati minoritas diabaikan," kicau Dipo.Tak cukup di situ, mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia ini juga berkicau, "Umaro, ulama dan umat Islam di Indonesia secara umum sudah baik, mari liat ke depan, tidak baik pimpinannya dicerca oleh yang non-muslim FMS."
JK anggap wajar Dipo bela SBY, tapi jangan SARA
"Urusan SARA itu urusan dia (Dipo)," kata JK.
Rekomendasi