Inggris secara resmi membuka kantor perwakilan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford. Pembukaan kantor OPM ini bertujuan memenuhi tuntutan kampanye Papua Merdeka. Inggris berkomitmen untuk terus membantu gerakan OPM ini.Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai sikap pemerintah Oxford di Inggris ini jelas mencederai hubungan Inggris yang selama ini terjalin baik dengan Indonesia. "Separatisme adalah soal kedaulatan negara. Sikap ikut campur Inggris dalam hal ini harus ditolak dengan tegas," ujarnya dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Sabtu (4/5).Fadli menambahkan, pemerintah Inggris seharusnya bijak karena mereka juga punya riwayat separatisme panjang dengan Irlandia Utara dan Skotlandia. Demikian juga dengan konflik mempertahankan Malvinas dengan Argentina. "Indonesia tak pernah ikut campur soal Inggris," cetus Fadli.Kepada pemerintah Indonesia, Fadli meminta Presiden SBY bersikap tegas dan harus menolak campur tangan Inggris terhadap wilayah RI. Kehormatan dan kedaulatan RI harus ditegakkan. "Perlu juga dikaji latar belakang sikap Inggris ini. Apakah ini bagian dari motivasi ekonomi di tengah krisis yang mereka hadapi. Padahal Inggris melalui British Petroleum sudah mendapat konsesi ladang gas Tangguh di Papua juga sejumlah konsesi tambang lain," cetus Fadli."Walau Presiden SBY menerima gelar Grand Cross of Bath dari Kerajaan Inggris, bukan berarti harus lembek. Ada saat di mana kita berkompromi, ada saat harus tegas," tandasnya.
Inggris buka perwakilan OPM, Presiden SBY diminta tegas
"Walau Presiden SBY menerima gelar Grand Cross of Bath dari Kerajaan Inggris, bukan berarti harus lembek."
Advertisement
Rekomendasi