Mensos: Kasus Tasripin, jangan ramai di media baru dibantu!

Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan setempat harusnya lebih dulu turun ke masyarakat.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Mensos: Kasus Tasripin, jangan ramai di media baru dibantu!
Tasripin dan adik-adiknya. ©2013 Merdeka.com

Cerita hidup Tasripin, bocah 12 tahun yang menghidupi tiga orang adik-adiknya yang masih kecil sangat menyentuh. Tak cuma kalangan masyarakat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun ikut angkat bicara.Tak ingin ketinggalan, Menteri Sosial Salim Segaf Al jufri juga mengaku sangat prihatin. Dia menyayangkan sikap pemerintah daerah baru memproses kasus ini setelah ramai di media. Seharusnya, kata Salim Segaf, Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan setempat sudah turun lebih dulu ke masyarakat."Saya berharap dengan adanya otonomi daerah, itu jangan muncul di media dulu baru memperhatikan rakyat nya," tegas Salim di sela-sela acara diskusi 'Teladani Semangat Haru Kartini' di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).Salim mengatakan, jika saat itu dinas bergerak cepat turun ke lapangan, paling tidak menjadi sedikit bukti ada perhatian pemerintah terhadap keadaan masyarakat di sekitarnya. Sebab kondisi masyarakat saat ini kurang peka dengan lingkungannya."Jadi setelah mereka tahu, baru diinformasikan dan bisa langsung dibantu. Sekarang sudah tidak mau tahu lagi kondisi tetangga maupun masyarakat sekitar," ucapnya.Salim juga meminta bantuan masyarakat maupun media jika menemukan kasus Tasripin-Tasripin lainnya untuk tidak ragu-ragu agar di-blow up. "Supaya daerah menjadi hati-hati dan menjadi malu kalau dimunculkan," tandasnya.

Rekomendasi