Sopir Nissan Juke yang menewaskan 5 penumpang Xenia di Tol Purbaleunyi kemarin diduga mengendarai mobil dengan kecepatan di atas batas kecepatan maksimal. Akibatnya mobil hilang kendali sehingga menyebabkan mobil 'terbang' dan menerjang kendaraan di sebrang median jalan.Kasatlantas Polres Bandung AKP Lukman Syarif belum mau menyebut berada dalam kecepatan berapa sopir dengan nama lengkap Muhamad Dwi Gusta Cahya saat tabrakan maut terjadi."Yang pasti kendaraan dalam keadaan kencang dan melebihi batas maksimal, kalau menyebut angka kilometer tentu itu harus ahlinya," kata Lukman di Pos Pol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (8/4).Dia juga masih berspekulasi mengapa mobil bisa oleng dan hilang kendali. Padahal sopir dipastikan dalam keadaan sehat, tidak terpengaruh obat-obatan dan alkohol."Belum bisa menyebutkan, katanya ada yang bilang sambil berkomunikasi, tapi itu kan belum bisa dipastikan," tandasnya.Kini menurutnya Dwi masih berada di Rumah Sakit Sartika Asih Kabupaten Bandung. Dwi masih mengalami syok berat dan belum bisa memberikan keterangan jelas. "Bicaranya masih terbata-bata, mungkin karena syok," paparnya.Dia menambahkan, Dwi saat itu hendak menuju kampusnya STT Telkom Buah Batu Bandung. Namun peristiwa maut terjadi tepatnya di kilometer 135.700 yang menghilangkan 5 nyawa seketika.
Nissan Juke diduga gas pol, melewati batas maksimal kecepatan
Kasatlantas Polres Bandung AKP Lukman Syarif belum mau menyebut berada dalam kecepatan berapa sopir Nissan Juke.
Advertisement
Rekomendasi