Salah satu program pengentasan kemiskinan yang dilakukan Kementerian Sosial adalah melakukan pembangunan rumah layak huni. Mulai bulan April ini, Kemensos melakukan bedah kampung di Kedusunan Ciangkrek, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi."Insya Allah saya akan menginap di rumah keluarga Idrus yang akan dibedah," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri, dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Senin (1/4).Untuk program bedah rumah kali ini, sebanyak 250 rumah akan direnovasi di Sukabumi. Setiap rumah dibantu Rp 10 juta untuk pembelian material. Kemensos membantu 200 rumah dan sisanya 50 rumah dibantu perusahaan sekitar dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).Kemensos mengucurkan dana total sebesar Rp 2,9 miliar. Sebanyak Rp 2 miliar untuk membedah 200 rumah, kemudian Rp 800 juta untuk bantuan 40 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dengan masing-masing kelompok mendapat Rp 20 juta, Rp 100 juta bantuan untuk sarana lingkungan. Sedangkan sisanya, berasal dari potensi sumber kesejahteraan sosial, seperti partisipasi warga, cendekiawan dan dunia usaha.Di setiap wilayah, jumlah rumah yang dibedah bervariasi antara 100 hingga 350 rumah dengan sumber dana dari APBN, APBD dan partisipasi kalangan dunia usaha. Adapun pelaksanaannya melalui kepanitiaan yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi, sekolah kejuruan dan kalangan dunia usaha.Untuk diketahui, sejak awal 2013, Kemensos telah membedah kampung di 24 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Sebagian besar rumah warga sudah dibedah di Provinsi Jawa Barat (Lembang, Bekasi, Serang, Pandeglang, Bogor, Sukabumi); Jawa Tengah (Semarang, Wonosobo, Purworejo, Sukoharjo, Banyumas); Jawa Timur (Pacitan, Tulung Agung); Sumatera Barat (Payakumbuh, Padang); Maluku (Tulehu-Ambon); Maluku Utara (Pulau Morotai); Gorontalo (Bone Bolango); Sulawesi Utara ( Sangihe, Tomohon, Marampit); Sulawesi Tenggara (Kendari); Sulawesi Tengah (Palu).Pembangun 100 rumah dibutuhkan 5 hari dengan keterlibatan warga setempat. Satu rumah dikerjakan oleh 50 sampai 100 orang, dengan memperhatikan unsur-unsur teknologi dan arsitekturnya, seperti tukang batu, tukang tembok, mandor, dan tukang kayu. "Program bedah kampung bisa menjadi perekat bangsa karena semua bersaudara, dan anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di berbagai sekolah kejuruan diharapkan segera mempraktikkan ilmu mereka," kata Mensos.
Bedah 250 rumah tak layak huni, Mensos blusukan di Sukabumi
Total bantuan yang dianggarkan sebesar Rp 2,9 miliar untuk program tersebut.
Rekomendasi