Menko Polhukam Djoko Suyanto langsung menghubungi Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo terkait kerusuhan yang terjadi Kota Palopo. Situasi Kota Palopo pun berangsur-angsur mulai kondusif."Situasi sudah bisa dikendalikan, aksi perusakan sudah berhenti," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto kepada merdeka.com, Minggu (31/3).Meski sudah kondusif, saat ini di Kota Palopo masih terdapat konsentrasi massa. Namun demikian secara keseluruhan kondisi Kota Palopo sudah aman."Aparat Polri dan TNI sudah dikoordinasikan oleh Gubernur untuk mencegah tindakan lanjutan. Korban jiwa nihil," terangnya.Kerusuhan yang berakhir dengan pembakaran kantor penting terjadi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Dugaan sementara kerusuhan tersebut akibat adanya isu penggelembungan suara salah satu pasangan dalam Pilwalkot Palopo.Kota Palopo telah menggelar Pilwakot. Pada putaran pertama, Pilwalkot tersebut diikuti oleh 9 pasangan calon, namun karena tidak ada pasangan yang mencapai angka di atas 30 persen, dilakukan pilwakot putaran kedua. Dalam putaran kedua ini dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak kembali bertarung.Pasangan yang memperoleh suara terbanyak yakni nomor urut satu (Judas Amir-Ahmad Syaifuddin) dan pasangan nomor urut lima Haidir Basir-Tamrin kembali bertarung pada 27 Maret lalu. Dan rekapitulasi penghitungan dilakukan pagi ini di Kantor KPU Palopo.Awalnya rekapitulasi yang disaksikan ratusan massa dari kedua kubu berlangsung kondusif. Namun sekitar pukul 13.00 WITA, pendukung pasangan nomor urut lima tiba-tiba melakukan aksi anarkis dengan melempari batu dan bom molotov ke kantor KPU Palopo.Menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Endi Sutendi, 565 anggota keamanan langsung berusaha memukul mundur massa yang anarkis. Namun di saat yang bersamaan, beberapa gedung di sekitar lokasi yakni Gedung Wali kota Palopo, Kantor Golkar Palopo, Kantor Harian Palopo Pos, Kantor Panwas Palopo dan Kantor Camat Wara Timur Palopo dibakar orang tidak dikenal.
Menko Polhukam: Situasi Palopo sudah bisa dikendalikan
"Aparat Polri & TNI sudah dikoordinasikan oleh Gubernur untuk mencegah tindakan lanjutan. Korban jiwa nihil," ujar Djoko
Rekomendasi