Sembari menantikan kedatangan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mencurahkan isi hatinya. Ada dua hal yang dikatakannya kepada wartawan, pertama soal mata merah yang dialami ajudannya serta ruang kantornya."Mata adik saya merah, ada dua kemungkinan, yang pertama marah, yang kedua kurang tidur, kalau mata merah kan begitu," kata SBY sembari tersenyum di depan Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/3).Memang, saat menemani SBY, mata kanan salah satu ajudan yang mengenakan seragam dinas angkatan laut berwarna putih terlihat merah. Saat ditanya wartawan mana yang benar, SBY hanya tertawan sembari berkata. "Enggak tahu."Tidak hanya soal mata merah, SBY juga mengeluhkan kondisi ruang kerjanya yang terlihat biasa untuk ukuran seorang presiden. "Kantor saya ini, kalau dibandingkan sama kantor-kantor yang lain seperti bumi dan langit kan," ucapnya sembari menunjuk ke arah Kantor Presiden.Meski terkesan sederhana, lanjut SBY, produktivitas kerja dinilai lebih penting dibandingkan bermewah-mewahan. "Tapi yang penting kan produktivitasnya, bukan mewahnya, bukan mahalnya ruangan ataupun perabotan," tambah SBY.Dia berharap, langkahnya membuat ruang kerja yang sederhana dapat diikuti oleh seluruh pejabatnya di seluruh Indonesia. Dengan demikian, uang negara dapat digunakan sepenuhnya untuk kepentingan negara."Jangan jor-joran, mewah-mewahan. Makin sederhana, makin baik. Sehingga uangnya bisa kita gunakan untuk rakyat kita," pungkasnya.Selang beberapa menit kemudian, Tony Blair tiba di Kantor Presiden sekitar pukul 16.00 WIB. Pantauan merdeka.com, Tony langsung disambut SBY di depan Kantor Presiden usai turun dari dalam kendaraan milik Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Setelah berbincang singkat, keduanya masuk ke dalam ruang kerja presiden.
SBY curhat soal ruang kerjanya terlalu sederhana
"Kalau dibandingkan sama kantor-kantor yang lain seperti bumi dan langit kan," curhat SBY.
Rekomendasi