Sebelum peristiwa pengerusakan Kator Tempo, diketahui segerombolan anak muda yang terlibat tengah menenggak minuman keras jenis intisari. Alhasil, mereka pun melakukan pengerusakan dalam kondisi setengah sadar.
Menurut penuturan salah satu pelaku, Febriatna (23), dirinya beserta rekan-rekannya saat itu sedang merayakan kesembuhan salah satu temannya.
"Waktu itu kita lagi bakar-bakaran. Soalnya si Hasan teman kita baru aja keluar dari Rumah Sakit. Iya memang sambil minum intisari juga," ujar Febri yang mengenakan kemeja orange bertuliskan 'tahanan', di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/3).
Lanjut Febri, waktu itu adiknya, Adit (20) yang juga ikut diciduk petugas ditegur oleh pihak keamanan kantor Tempo. "Adik saya mau dipukul sama satpam nya. Ya saya nggak terima donk lihat adik saya mau dipukul gitu, jadinya saya teriakin itu satpam," sambung Febri yang sehari-hari bekerja sebagai data entry pasien di salah satu Rumah Sakit tersebut.
Cekcok mulut pun terjadi antar keduanya. Lantas, Febri bersama rekan-rekannya langsung mendatangi kantor Tempo dan menghujani sang sekuriti dengan pukulan. "Terus saya dikasih samurai sama si ojik (pelaku Fauzi). Langsung aja saya acak-acakin itu kantor," tutur bapak satu anak ini.
"Waktu itu memang saya melakukan hal itu (pengerusakan) setengah sadar," tambahnya.
Di tempat yang sama, pelaku Fauzi membenarkan terkait kepemilikan sebilah samurai yang turut disita petugas kepolisian. "Iya itu samurai emang punya saya," ujar Fauzi yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek.
Fauzi menuturkan, dirinya membeli samurai tersebut di Pasar Kebayoran Lama dengan harga Rp 300 ribu. "Saya baru punya itu samurai sekitar setahun," ujar bungsu enam bersaudara tersebut.
Terkait kepemilikan samurai, Fauzi mengatakan, benda tersebut dibelinya hanya untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu rumahnya disatroni maling. "Buat jaga-jaga aja. Bapak saya juga tahu kok," ucapnya.
Dituturkan Fauzi, samurai tersebut baru digunakan saat peristiwa pengerusakan kantor Tempo. "Baru itu doank saya pake," ucapnya dengan tangan dililit kabel tis.
"Saya juga ikut minum waktu itu. Kita beli intisari empat botol," imbuhnya.