Alansia (32) pelaku mutilasi terhadap Tonny Arifin Djomin (45) diketahui mempunyai utang sebesar Rp 200 juta. Utang piutang tersebut terkait perjudian yang telah disepakati keduanya sebelumnya.Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Muhammad Iqbal mengatakan, dari pemeriksaan terhadap pelaku diketahui utangnya sebesar Rp 200 juta."Utangnya Rp 200 juta, itu buat judi bola," kata Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/3).Di tempat yang sama, Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno mengatakan korban sempat menyuruh pelaku untuk menjual narkoba. "Namun setelah mendapatkan uang dan dibayarkan kepada korban, korban tetap menyita mobil BMW X5 yang harganya di atas utang," tutur Putut."Kita juga temukan brankas yang diduga berisi narkoba, narkoba jenis Key 656 gram, narkoba jenis pil 140 butir, sabu 32,35 gram, serbuk putih yang belum diketahui jenisnya 60 gram. Dan plastik timbangan serta gelas ukur," lanjut Putut."Menurut pengakuan tersangka, dirinya sempat mengisap sabu bersama dengan korban. Itu terjadi sebelum pelaku membunuh korban," ucap Putut lagi.Sebelumnya, Tonny memang sempat izin ke istrinya, Marlina Suparmin, untuk menagih utang kepada Alansia di tempat yang sama dengan lokasi penemuan mayat. Namun, korban tidak kunjung pulang dan sang istri pun melaporkan kehilangan ini pada Senin 11 Maret.Setelah melakukan mutilasi, Alansia kabur ke Surabaya dan akhirnya ditangkap pada Kamis 14 Maret 2013 pada pukul 19.30 WIB.Pelaku dijerat pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara."Dia sakit hati dengan cara korban menagih utang," terang Iqbal mengatakan alasan korban melakukan mutilasi.
Pelaku mutilasi Ancol punya utang Rp 200 juta
"Hutangnya Rp 200 juta, itu buat judi bola," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Muhammad Iqbal.
Advertisement
Rekomendasi