Tuntut pesangon, karyawan demo Batavia Air

Para pendemo mengancam akan tinggal di Bandara hingga pesangon dibayarkan kurator.

Mitra Ramadhan
Oleh Mitra Ramadhan - Reporter
Tuntut pesangon, karyawan demo Batavia Air
Batavia Air. ©2013 Merdeka.com

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat telah mempailitkan maskapai penerbangan Batavia Air. Akibatnya, perusahaan tersebut tidak lagi dibolehkan melakukan kegiatan penerbangan. Namun, keputusan itu tidak dibarengi dengan pembayaran uang pesangon kepada 545 karyawan yang bekerja perusahaan tersebut.Atas alasan itu, ratusan karyawan menggelar aksi demonstrasi di depan pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta. Mereka meminta agar kurator segera membayarkan pesangon usai diputus pailit."Kurator tidak datang, tidak ada respons baik dari kurator. Jika tak ada kejelasan, tanggal 14 mendatang karyawan akan berkemah di Bandara," ujar Kuasa Pekerja Batavia Air, Odie Hudyanto di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (4/3).Karena kurator tidak menemui mereka, seluruh mantan pekerja Batavia Air membuat nota anjuran yang meminta pembayaran ganti rugi kepada 545 karyawan senilai Rp 13,7 miliar. Angka itu terbagi ke dalam upah terendah sebesar Rp 7 juta dan tertinggi Rp 60 juta. Masing-masing akan mendapatkan uang sebesar Rp 25 juta.Tidak hanya itu, para pendemo meminta agar seluruh ijazah segera dipulangkan dan dibuatkan sertifikat pernah bekerja di maskapai tersebut."Sertifikat penting, agar kita bisa cari kerja lagi," tandasnya.Saat akan melakukan aksinya, aksi ini sempat diwarnai adu mulut dengan aparat kepolisian dari Polrestro Bandara Soekarno-Hatta dan Tangerang. Pasalnya, aparat melarang para pengunjuk rasa karena lokasi Bandara harus bersih dari kegiatan demonstrasi."Kata polisi, bandara objek vital," ungkap Odie.Odie menjelaskan, rekan-rekannya yang bekerja di Batavia Air tiba-tiba diberhentikan sejak Februari lalu. Tidak hanya itu, perusahaan juga sudah menghentikan pembayaran jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) pada September 2012 lalu."Tapi jika seperti ini kita akan berkemah di Bandara," katanya.Mereka yang ikut dalam aksi ini sebagian besar diikuti para pekerja lapangan, yakni petugas porter, petugas tiket, pembersih, keamanan dan mekanik. Mereka terdiri dari 475 orang laki-laki dan 70 perempuan. Hingga berakhir, tidak terlihat pilot maupun pramugari Batavia Air."Pilot dan pramugari merasa kastanya berbeda, mas," pungkasnya.

Rekomendasi